Jelang Euro 2020 Timnas Inggris Diminta Konsultasi Adu Penalti, Jose Mourinho: Jangan, Saya Spesialis Gagal!

Oleh Ario Yosia pada 11 Jun 2021, 16:10 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 20:30 WIB
Ekspresi Jose Mourinho Usai Dipecat Tottenham
Pelatih Tottenham Jose Mourinho terlihat saat sesi pemanasan sebelum pertandingan melawan Everotn pada lanjutan Liga Inggris di Goodison Park di Liverpool, Inggris pada 16 April 2021. Tottenham memecat Jose Mourinho pada hari Senin setelah hanya 17 bulan melatih. (Peter Powell/Pool via AP, File)

Bola.com, Jakarta - Timnas Inggris jadi salah satu tim unggulan juara di persaingan Piala Eropa edisi 2020 (2021). Karena Three Lions punya deretan wonderkid yang sedang on-fire. Satu-satunya hal yang bisa menganjal mereka adalah kutukan adu penalti yang jadi momok.

Di berbagai ajang internasional Timnas Inggris kerap kalah saat adu tos-tosan. Setidaknya sejak tahun 1990, Inggris sudah lima kali tersingkir di Piala Dunia maupun Piala Eropa karena adu penalti.

Presenter kondang asal Inggris, James Corden, dalam sesi wawancara dengan Jose Mourinho berharap Gareth Southgate melakukan diskusi dengan The Special One, kaitan adu penalti.

Corden beranggapan Jose Mourinho yang banjir gelar sepanjang kariernya merupakan sosok yang pas untuk membagikan tips sebagai pemenang.

Lucunya, pelatih asal Portugal tersebut malah beranggapan sebaliknya. "Jangan... Jangan minta masukan ke saya soal adu penalti. Kamu tahu rekor saya di adu penalti? Amat buruk," tutur Jose dalam  video wawancara yang tayang di The Sun.

"Saya juga tidak tahu kenapa bisa begitu. Adu penalti masalah mental, dan saya tipikal pelatih yang percaya pada pemain yang diberi kepercayaan menendang penalti. Tapi entah kenapa tim yang saya latih seringkali kalah," cerita manajer AS Roma tersebut.

"Saya tipikal pelatih yang menyusun daftar penendang penalti berdasarkan masukan para asisten. Semua berdasar skala prioritas. Dan saya sering menawarkan ke pemain siapa saja yang bersedia mengesekusi tendangan. Dalam dua kesempatan saya menemui situasi unik. Ada pemain yang tidak masuk list lima penendang, datang menghampiri meminta jadi penendang."

"Berdasarkan analisis, dia tak masuk list lima besar karena bukan salah penendang terbaik. Tapi dengan mimik muka menyakinkan, dia berkata ke saya untuk dapat kepercayaan menendang penalti utama. Oke, karena melihat rasa percaya dirinya kemudian saya beri kesempatan. Apa yang terjadi? Boom gagal. Itu terjadi saat melatih Real Madrid dan Chelsea."

"Terakhir, saat melatih Tottenham Hotspur saya memenangi adu penalti musim lalu melawan Chelsea di ajang Carabao Cup. Kami menang karena saya menolak kemauan salah seorang pemain yang juga meminta hal sama seperti dua kejadian sebelumnya. Jadi kesimpulan, adu penalti tidak bisa ditebak. Gareth jangan minta masukan ke saya."

 

 

2 dari 3 halaman

Kutukan Sudah Berakhir

Timnas Inggris
Timnas Inggris meraih kemenangan 2-1 atas Polandia pada laga ketiga Grup I kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Wembley, Kamis (1/4/2021) dini hari WIB. (Andy Rain/Pool via AP)

Menurut Jose Mourinho, Inggris tak perlu merisaukan lagi soal momok kutukan adu penalti. "Mereka sudah berhasil melewatinya di Piala Dunia 2018 lalu. Semua sudah berlalu, tak perlu takut lagi," katanya.

Inggris memastikan diri lolos ke perempat final Piala Dunia 2018. Kepastian tersebut didapat setelah The Three Lions mengalahkan Kolombia melalui babak adu penalti dengan skor 4-3 (1-1), dalam pertandingan 16 besar yang berlangsung di Spartak Stadium, Rabu (4/7) dini hari WIB.

Kemenangan ini terasa manis bagi Inggris karena mereka akhirnya mampu menuntaskan penantian selama 12 tahun lamanya untuk mencapai perempat final Piala Dunia. Di turnamen tersebut mereka menyudahinya dengan bertengger di jajaran empat besar, mengulang prestasi terbaik di Piala Dunia 1990.

Pelatih kelahiran 26 Januari 1963 itu menjagokan Inggris sebagai kandidat kuat juara Piala Eropa 2020 ini. "Tentu saja saya juga mendukung Portugal negara saya. Tapi soal Inggris saya tidak asal bicara, mereka punya tim muda yang sangat kuat. Mereka semua tengah bersemangat. Semifinal dan final dimainkan di Inggris, mereka berasa main di kandang," papar Jose Mourinho.

Sumber: The Sun

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓