Meski Ada di Grup Neraka Euro 2020, Pelatih Arema Tetap Jagokan Portugal

Oleh Iwan Setiawan pada 13 Jun 2021, 21:30 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 21:30 WIB
FOTO: 5 Striker Tertajam di Fase Kualifikasi Piala Eropa 2020, Harry Kane Ungguli Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo. Dengan koleksi 11 gol di fase kualifikasi, striker Portugal ini membawa misi untuk mempertahankan trofi Piala Eropa yang direbut dalam edisi sebelumnya. Total 11 golnya di antaranya diraih saat mencetak quattrick dalam kemenangan 5-1 atas Lithuania. (AFP/John Thys)

Bola.com, Malang - Euro 2020 sudah bergulir sejak 12 Juni 2021. Turnamen paling bergengsi di Benua Eropa itu menarik perhatian pencinta sepak bola dunia. Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida satu di antaranya.

Dia punya tim jagoan di ajang ini, yakni Portugal. Dia pun tahu kali ini negara Cristiano Ronaldo itu tergabung di Grup F bersama tim tangguh lainnya, yakni Prancis dan Jerman. Sementara satu negara lain Hungaria kualitasnya masih di bawah tiga negara tersebut.

“Tentu saya tidak menjagokan tim lain. Tetap Portugal. Karena negara saya. Kali ini memang Portugal berada di grup yang sulit. Tapi saya percaya, sebagai juara bertahan, 100 persen mereka akan tampil baik di ajang ini,” jelas pelatih 43 tahun tersebut.

Di Euro 2020, Portugal masih punya Ronaldo. Dia juga dibantu deretan nama besar lainnya, Joao Felix (Atletico Madrid), Bruno Fernandes (Manchester City), Joao Moutinho (Wolves), Bernado Silva (Manchester City) dan lainnya.

Materi pemain itu dianggap tak kalah mentereng dibandingkan dengan Prancis dan Jerman. Dari segi jadwal Euro 2020, Portugal juga lebih beruntung karena bersua Hungaria lebih dulu pada Selasa (15/6/2021). Setelah itu baru Portugal bersua Jerman (19/6/2021) dan Prancis (24/6/2021).

2 dari 3 halaman

Kekuatan

Arema FC
Eduardo Almeida pelatih Arema FC saat latihan di lapangan Ketawang, Kabupaten Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Menurut Almeida, Portugal di Euro 2020 tetap garang karena mereka tetap mempertahankan pelatih Fernando Santos. Pelatih 66 tahun ini yang membawa Potugal juara Euro edisi sebelumnya. Jadi, sang para pemain sudah paham betul seperti apa skema sang pelatih.

Melihat jauh ke belakag, ternyata Santos dan Almeida sama-sama pernah bekerja di klub besar Portugal, Benfica. Namun keduanya melatih di tingkatan yang berbeda. Almeida melatih Benfica U-17 pada 2001. Sedangkan Santos melatih tim seniornya tahun 2006-2007 silam.

“Sebenarnya di Eropa, semua tim kuat. Siapapun berpotensi mengalahkan satu sama lain. Bahkan tim lemah sekalipun. Tapi saya tak berpikir mendukung tim selain Portugal di Euro 2020,” sambungnya.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓