Euro 2020: Cristiano Ronaldo Panen Rekor, Berikut Pemain Terbaik dan Terburuk Laga Hungaria Vs Portugal

Oleh Aditya Wany pada 16 Jun 2021, 20:35 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 20:41 WIB
Foto Piala Eropa: Sebaran 11 Gol Cristiano Ronaldo di 5 Edisi Piala Eropa yang Lampaui Rekor Michel Platini
Dengan 2 golnya ke gawang Hungaria dalam laga pertama Grup F Euro 2020 (Euro 2021), Selasa (15/6/2021), striker Portugal Cristiano Ronaldo total mengemas 11 gol di Piala Eropa, melampaui rekor milik Michele Platini dengan 9 gol. Berikut sebaran 11 gol tersebut. (Foto: AP/Pool/Bernadett Szabo)

Bola.com, Jakarta - Timnas Portugal mengawali kiprah di Euro 2020 dengan kemenangan meyakinkan. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sukses menang 3-0 atas Hungaria dalam matchday pertama Grup F di Puskas Arena, Budapest, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB.

Laga ini berlangsung alot selama babak pertama tanpa melahirkan gol. Kedisiplinan menjadi kunci buat Hungaria, tapi mereka tak bisa melakukan tusukan ke gawang Portugal. Gawang mereka kemudian dibobol memasuki menit ke-84.

Tiga gol yang dicetak oleh Portugal lahir beberapa menit jelang waktu normal berakhir. Raphael Guerreiro membuka keran gol pada menit ke-84. Setelah itu, sang kapten Cristiano Ronaldo memborong dua gol pada menit ke-87 dan injury time.

Hasil ini pertandingan ini membuat nama Ronaldo kembali menjadi perbincangan karena membuatnya panen rekor baru berkat brace yang dicetaknya. Namun, ada pula pemain Portugal yang mendapat cemoohan karena tampil buruk.

Duel Timnas Portugal kontra Hungaria di Euro 2020 menghasilkan beberapa pemain dengan performa terbaik, di samping juga ada yang menampilkan permainan yang buruk. Simak ulasan yang dikutip dari Squawka berikut ini:

 

2 dari 7 halaman

Terbaik: Raphael Guerreiro

Cristiano Ronaldo Cetak Dua Gol, Portugal Sikat Hungaria 3-0
Bek Portugal, Raphael Guerreiro berebut bola dengan pemain Hungaria, Nemanja Nikolic pada pertandingan grup F Euro 2020 di stadion Ferenc Puskas di Budapest (15/6/2021). Guerreiro mencetak satu gol dipertandingan ini dan mengantar Portugal menang atas Hungaria 3-0. (AP Photo/Darko Bandic, Pool)

Ronaldo boleh jadi mencetak dua gol yang menegaskan kemenangan timnya. Namun, nama Raphael Guerreiro tak boleh dilupakan di laga ini. Pemain milik Borussia Dortmund ini adalah pemecah kebuntuan Portugal.

Nama Raphael Guerreiro sebenarnya tak terlalu banyak disebut bakal memiliki performa menawan. Maklum, pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini memang jarang tampil menonjol.

Di laga ini, bek berusia 27 tahun itu mampu menjadi pembeda setelah memanfaatkan bola yang berbelok setelah diumpan oleh Rafa Silva. Tendangannya juga berbelok sehingga mampu mengecoh kiper lawan.

 

3 dari 7 halaman

Terburuk: Willi Orban

Selama 84 menit, Willi Orban adalah pemain terbaik di lapangan. Bek tengah milik RB Leipzig itu membuat dirinya benar-benar menjadi penghalang pemain Portugal. Namun tembakan Raphael Guerreiro dibelokkan dengan kejam dan masuk ke dalam gawang.

Beberapa menit kemudian dia panik ketika mengejar Rafa Silva yang melahirkan penalti eksekusi Ronaldo. Willi Orban juga tak banyak bergerak saat Rafa Silva mengirim umpan kepada Ronaldo yang melahirkan gol ketiga.

 

4 dari 7 halaman

Terbaik: Cristiano Ronaldo

Foto Piala Eropa: Parade Foto Terbaik pada Putaran Pertama Ajang Euro 2020
Striker Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Hungaria pada laga fase grup F Euro 2020 (Euro 2021) di Stadion Puskas Arena. Gol tersebut juga menjadikan CR7 sebagai top skor sepanjang masa di ajang tersebut. (Bernadett Szabo/Pool via AP)

Sekitar 17 tahun yang lalu, seorang remaja bernama Cristiano Ronaldo mencetak gol untuk Portugal di Euro 2004 melawan Yunani. Sekarang pada 2021, Cristiano Ronaldo yang berusia 36 tahun mencetak dua gol untuk Portugal di Euro 2020 melawan Hungaria.

Penampilan melawan Hungaria ini saja sudah membuat Ronaldo mencatatkan rekor sebagai satu-satunya pemain yang pernah tampil di lima edisi Piala Eropa. Masing-masing terjadi di Euro 2004, 2008, 2012, 2016, dan kini 2020.

Dua golnya itu membuat Ronaldo kini mengoleksi 106 gol untuk Timnas Portugal. Tinggal tiga gol lagi, dia akan menyamai torehan Ali Daei yang pernah mencetak 109 gol untuk Timnas Iran selama 13 tahun pada 1993-2006.

 

5 dari 7 halaman

Terbaik: Rafa Silva

Intip Persiapan Timnas Portugal Menuju EURO 2020
Pemain timnas Portugal, Joao Felix (tengah) dan Rafa Silva (kanan) menghadiri sesi latihan dalam persiapan untuk Euro 2020 di kamp pelatihan "Cidade do Futebol" di Oeiras, Senin (7/6/2021). Timnas Portugal menjadi Timnas berstatus sebagai juara bertahan di Euro 2020. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Banyak yang heran dengan keputusan pelatih Fernando Santos yang pada menit ke-71 memasukkan Rafa Silva dengan menarik keluar Bernardo Silva. Maklum, masih ada deretan pemain lain yang dinilai lebih layak main di bangku cadangan seperti Joao Felix, Andre Silva, hingga Ruben Neves.

Tapi, Rafa Silva membuktikan bahwa keputusan Fernando Santos sudah tepat. Bermain di sisi sayap, pemain berusia 28 tahun itu justru menjadi alternatif untuk mencari celah pertahanan Hungaria.

Semua gol Portugal di sini merupakan kontribusi langsung Rafa Silva. Mulai dari assist gol pertama, lalu pelanggaran terhadapnya yang melahirkan penalti untuk Ronaldo, sampai assist di gol ketiga.

 

6 dari 7 halaman

Terburuk: Diogo Jota

Cristiano Ronaldo Cetak Dua Gol, Portugal Sikat Hungaria 3-0
Penyerang Portugal, Diogo Jota menembak bola dari kawalan tiga pemain Hungaria pada pertandingan grup F Euro 2020 di stadion Ferenc Puskas di Budapest, Hungaria, Selasa (15/6/2021). Portugal menang atas Hungaria 3-0. (AP Photo/Laszlo Balogh, Pool)

Tidak semua pemain Timnas Portugal mendapat pujian di laga ini. Jika ada satu yang layak mendapat cemoohan, pemain itu adalah Diogo Jota. Banyak yang menganggapnya sedang melawak selama 81 menit pertandingan sebelum diganti oleh Andre Silva.

Satu di antara yang menjadi sorotan adalah saat Diogo Jota itu memilih untuk melepas tembakan di saat Ronaldo dalam posisi lebih bebas. Ronaldo terlihat marah kepadanya, apalagi tembakan pemain Liverpool itu gagal berbuah gol

Menariknya, Portugal langsung berhasil mencetak gol setelah Jota ditarik keluar pada menit ke-81, bahkan tiga gol sekaligus. Fakta ini membuat namanya semakin diledek karena Portugal justru bermain lebih baik tanpanya.   

Sumber: Squawka 

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓