Timnas Belanda Dikalahkan Republik Ceska di Babak 16 Besar Euro 2020, Matthijs de Light Mengaku Bersalah

Oleh Hendry Wibowo pada 28 Jun 2021, 06:50 WIB
Diperbarui 28 Jun 2021, 06:50 WIB
Foto Piala Eropa: Tim Hedon, Starting Eleven Pemain Berbanderol Tinggi di Euro 2020, Ada Mbappe
Bek tengah Timnas Belanda, Matthijs de Ligt (CB). (Foto: AFP/Emmanuel Dunand)

Bola.com, Jakarta - Matthijs De Ligt layak disebut sebagai dalang kegagalan Timnas Belanda melaju ke babak perempat final Euro 2020.

Matthijs De Ligt dipercaya bermain sejak menit awal ketika Belanda berhadapan dengan Republik Ceko dalam laga 16 besar Euro 2020 hari Minggu (27/6/2021). Die Oranje diyakini bisa meraih kemenangan tanpa kesulitan di Ferenc Puskas Stadium.

Namun yang terjadi justru berbanding terbalik dengan prediksi publik. Pasukan Frank de Boer secara mengejutkan tumbang di tangan Republik Ceko. Mereka tak mampu membendung dua gol yang diciptakan Tomas Holes dan Patrik Schick.

Kedua gol tersebut diciptakan masing-masing pada menit ke-68 dan 80. Atau beberapa menit setelah Belanda dipaksa bermain dengan 10 orang lantaran De Ligt diganjar kartu merah lantaran melanggar Schick dengan keras.

Seandainya kartu merah tidak keluar, Belanda mungkin punya harapan untuk keluar sebagai pemenang. Sebab mereka kerap menebar ancaman-ancaman yang sangat berbahaya ke gawang Republik Ceko sedari babak pertama.

Tidak heran kalau publik mengarahkan sentimennya kepada Matthijs De Ligt dan menganggapnya sebagai biang kekalahan Belanda. Ia menerima fakta tersebut tanpa menuding aspek-aspek lain.

"Sudah jelas, rasanya sakit," katanya kepada NOS TV setelah pertandingan berakhir. "Pada dasarnya, kami kalah karena apa yang telah saya lakukan," sambungnya.

"Ketika melihat ke belakang, saya seharusnya tak membiarkan bola memantul. Saya merasa bahwa kami memegang kendali permainan dan mendapatkan beberapa peluang, terutama di babak pertama."

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Kartu Merah Perbedaan

Matthijs de Ligt
Bek Belanda, Matthijs de Ligt (kiri) saat berjibaku dengan penyerang Rep Ceska, Patrik Schick, pada 16 besar Euro 2020 di Puskas Arena, Budapest, Minggu (27/6/2021). (Darko Bandic /AFP)

Satu kartu merah mengubah arah angin permainan secara telak. Bahkan Matthijs De Ligt sendiri merasa kalau Republik Ceko tidak memberikan ancaman berarti buat Die Oranje sebelum dirinya ditunjukkan kartu merah oleh wasit.

"Saya tidak merasakan sensasi kalau pemain Republik Ceko menciptakan banyak peluang mencetak gol, tapi sudah jelas kalau kartu merah itu membuat perbedaan," katanya lagi.

Selain kartu merah, efektivitas lini depan Belanda juga patut disoroti dan bahkan dianggap sebagai biang kerok kekalahan. Meski memegang kendali seperti yang De Ligt bilang, Belanda justru tidak menciptakan satupun tembakan tepat sasaran.

Secara keseluruhan, Die Oranje hanya melepaskan enam tembakan saja. Berbanding jauh dengan Republik Ceko yang mampu meluncurkan total 12 tembakan dan lima di antaranya mengarah ke gawang Marteen Stekelenburg.

 

Sumber: NOS TV - via Football Italia

Lanjutkan Membaca ↓