Dibantai Inggris, Pelatih Panama Masih Bersyukur Bisa Cetak Gol

pada 25 Jun 2018, 13:14 WIB
Diperbarui 27 Jun 2018, 12:16 WIB
Harry Kane Hattrick, Inggris Pesta Gol ke Gawang Panama

Jakarta Manajer timnas Panama, Hernan Dario Gomez mengaku sangat kagum dengan performa yang ditunjukkan oleh Inggris. Manajer asal Kolombia itu memuji penampilan Inggris karena dinilainya spektakuler dan presisi.

Panama dibantai 1-6 oleh Inggris dalam pertandingan matchday kedua Grup G. Kekalahan itu memastikan Panama tersingkir dari Piala Dunia pertama mereka. Pada pertandingan matchday pertama melawan Belgia lalu, Panama juga mengalami kekalahan dengan skor 0-3.

Secara sportif, Gomez mengakui bahwa Inggris memang tim yang lebih bagus dari Panama. Ia bahkan tak sungkan melayangkan beberapa pujian. Tapi yang terutama, ia masih bersyukur karena timnya bisa mencetak gol perdana mereka di Piala Dunia.

2 of 4

Bangga Dengan Gol Perdana

FOTO: Momen Manarik Piala Dunia 2018 Rusia pada Matchday 2
7. Filipe Baloy menjadi orang Panama pertama yang berhasil mencetak gol di ajang Piala Dunia setelah membobol gawang Inggris. (AP/Martin Bernetti)

Panama memang merupakan debutan di Piala Dunia kali ini. mengingat fakta itu, Gomez meminta semua orang di Panama untuk menikmati saja kiprah mereka kali ini. Setiap pencapaian harus disyukuri.

Pada pertandingan pertama lalu, Panama kalah tiga gol dari Belgia. Kali ini, meski kalah telak, Gomez senang karena Panama bisa mencetak gol pertama mereka di Piala Dunia. Selain itu, sang pencetak gol, Felipe Baloy, dinilainya sebagai sosok yang sangat baik.

"Felipe Baloy akan pensiun dari tim nasional setelah Piala Dunia. Tuhan memberikannya kesempatan mencetak gol itu kepadanya karena dia sudah bersikap sangat baik di sepakbola. Dia adalah sosok yang sangat profesional. Jika anda adalah tim debutan di Piala Dunia, anda akan sangat menikmati gol pertama anda."

3 of 4

Inggris Main Indah

FOTO: Momen Manarik Piala Dunia 2018 Rusia pada Matchday 2
6. Skor 6-1 antara Inggris melawan Panama menjadi kemenangan terbesar pada Piala Dunia 2018 Rusia hingga matchday kedua. (AP/Antonio Calanni)

Gomez mengagumi berbagai aspek permainan Inggris. Namun yang paling membuatnya terkesan adalah Inggris bermain simpel, tetapi mereka sangat tajam. Inggris bisa memanfaatkan peluang-peluang yang mereka ciptakan dengan baik dan mencetak banyak gol.

Panama sempat mencoba meladeni permainan Inggris. Namun kemudian mereka menyadari bahwa Inggris memiliki tim yang lebih bagus dari Panama sehingga skor yang tercipta cukup besar.

"Inggris bermain dengan sangat presisi, mereka begitu akurat. Inggris bermain praktis, sungguh tim yang indah. Saya rasa kemenangan Inggris harusnya bisa lebih besar karena kami bisa saja kebobolan lebih banyak," terang Gomez kepada ESPN.

"Kami mencoba melayani permainan Inggris dengan terbuka, tetapi perbedaan kualitas antara kedua tim sangat besar. Kebobolan lima gol pada babak pertama memang berat. Kami merasa ketakutan dengan perbedaan kualitas yang besar antara kedua tim."

4 of 4

Inggris Bisa Menang lebih Besar

FOTO: Harry Kane Hattrick, Inggris 6 Kali Bobol Gawang Panama
Striker Inggris, Harry Kane, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Panama pada laga grup G Piala Dunia di Stadion Nizhny Novgorod, Nizhny Novgorod, Minggu (24/6/2018). Inggris menang 6-1 atas Panama. (AP/Antonio Calanni)

Menyadari bahwa timnya kalah kelas, Gomez pun langsung mengubah strategi pada babak kedua. Ia menginstruksikan pasukannya untuk bermain lebih bertahan saja.

Perubahan strategi itu membawa hasil yang relatif bagus bagi Panama. Mereka hanya kebobolan satu gol dan malah bisa mencetak satu gol. Ia yakin timnya akan kalah lebih besar seandainya tetap bermain terbuka.

"Yang kami lakukan kemudian adalah mencoba menghindari petaka yang lebih besar. Kami mampu sedikit menguasai bola pada babak kedua. Kami bisa bermain lebih rapi dan disiplin. Seandainya kami tidak melakukannya, Inggris bisa menang lebih dari enam gol," cetus Gomez.

"Kebobolan enam lima gol pada babak pertama itu sudah terlalu banyak. Saya bilang kepada asisten saya: 'Aku mulai ketakutan'. Yang bisa kami lakukan saat itu cuma mencoba menghentikan Inggris agar tidak mencetak gol lebih banyak lagi."

Lanjutkan Membaca ↓