Southgate: Inggris Merasa Seperti Jerman 2006

pada 13 Jul 2018, 12:11 WIB
Diperbarui 15 Jul 2018, 11:14 WIB
Gareth Southgate.

Jakarta Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate masih bisa melihat sisi cerah dari kekalahan yang diderita timnya dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2018. Bertemu dengan Kroasia di empat besar, Inggris mengalami kekalahan tipis 1-2.

Unggul lebih dulu lewat gol tendangan bebas indah Kieran Trippier, Inggris kemudian kalah setelah Ivan Perisic dan Mario Mandzukic mencetak gol. Kekalahan itu sekaligus mengakhiri mimpi Inggris untuk membawa pulang trofi Piala Dunia.

Walaupun slogan 'Football Is Coming Home' gagal diwujudkan di Piala Dunia kali ini, tapi Southgate tetap bisa melihat sisi positifnya. Ia menganggap Inggris saat ini seperti Jerman pada 2006, sama-sama tersingkir di semifinal.

2 of 3

Mirip Jerman

Gareth Southgate dan Dele Alli.
Gareth Southgate menghibur Dele Alli. (AP/Rebecca Blackwell)

Pada 2006, Jerman kalah oleh Italia di semifinal Piala Dunia. Menjadi tuan rumah, Jerman yang kala itu ditangani Juergen Klinsmann harus kecewa karena gagal juara. Tapi sejak kegagalan itu, prestasi timnas Jerman selalu bagus, sampai menjadi juara Piala Dunia 2014.

"Saya ingat Jerman 2006, saya merasa kami berada di posisi yang sama dengan mereka. Kala itu Jerman berhasil menjalin hubungan baik lagi dengan fans karena menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang nyata," terang Southgate kepada Sky Sports.

"Setelah itu, Jerman terus berkembang dan selalu berhasil lolos ke fase akhir turnamen. Mereka butuh dekapan tahun untuk bisa juara, dan itu harusnya jadi ambisi kami."

3 of 3

Berkembang di Piala Dunia

Gareth Southgate dan Timnas Inggris.
Gareth Southgate dan timnas Inggris memberikan penghormatan kepada suporter. (AP/Matthias Schrader)

Southgate menilai pasukannya sudah berkembang banyak di sepanjang Piala Dunia kali ini. Southgate menganggap timnas Inggris sudah berhasil melampaui banyak batasan yang selama ini menjadi momok.

"Kami meminta tim ini untuk melakukan banyak metode kerja yang baru dan mereka semua bisa menerimanya. Mereka sudah membuat banyak terobosan sepanjang turnamen ini. Kami berhasil mendobrak batasan-batasan yang selama ini ada. kami mencatatkan sejarah kami sendiri."

"Banyak di antara para pemain ini yang baru memiliki empat atau lima caps saat berangkat ke Piala Dunia. Ada banyak hal yang bisa kami jadikan landasan untuk sukses. Kami harus memastikannya."

 

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓