Pogba: Mimpi Saya Sudah Jadi Nyata

pada 16 Jul 2018, 08:30 WIB
Diperbarui 18 Jul 2018, 08:16 WIB
Paul Pogba.

Jakarta Paul Pogba mengungkapkan rasa bahagianya setelah sukses mengantarkan timnas Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Bertemu dengan Kroasia di partai final, Prancis bisa meriah kemenangan 4-2.

Secara pribadi, kesuksesan kali ini adalah sebuah mimpi yang jadi nyata buat Pogba. Terlebih lagi, gelandang berusia 25 tahun tersebut juga berhasil mencetak gol indah dalam laga final tadi.

Pogba juga berharap bisa membuat semua orang Prancis bahagia dengan kesuksesan kali ini. Ia juga mengungkapkan ucapan penyemangat yang diberikannya kepada timnas Prancis menjelang pertandingan.

2 of 3

Bintang yang Indah

Paul Pogba.
Paul Pogba merayakan kesuksesan menjadi juara Piala Dunia 2018. (AP/Thanassis Stavrakis)

Sebelum Piala Dunia kali ini, Prancis sudah menjalani dua final, berhasil menjadi juara satu kali pada 1998. Artinya, Prancis berhak memasang satu bintang di atas logo timnas mereka.

Dengan keberhasilan menjadi juara kali ini, Prancis kini boleh menyematkan satu bintang tambahan. Pogba menilai tambahan bintang itu sudah bisa terlihat sangat indah. Saking senangnya saat melakukan selebrasi, Pogba juga kehilangan suaranya.

"Bintang kedua kami bisa terlihat dengan sangat indah di samping bintang pertama. Bintang itu ada di sana dan terlihat sangat indah. Saya berharap seluruh prancis bahagia dan bangga kepada kami. Terima kasih, sekali lagi. Jujur saja, rasanya luar biasa. Mimpi masa kecil saya sudah terwujud hari ini. Suara saya sampai tak bersisa," cetus Pogba kepada ESPN.

3 of 3

Penyemangat

Paul Pogba dan Kylian Mbappe.
Pogba dan Mbappe merayakan kesuksesan Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. (AP/Matthias Schrader)

Pogba mengungkapkan bahwa ia sempat memberikan pidatonya pada saat pertandingan akan dimulai. Ia mengangkat mental tanding rekan-rekannya dengan kata-kata penyemangat.

Menjadi juara Piala Dunia akan membuat nama-nama para pemain Prancis masuk ke dalam catatan sejarah. Ia senang karena ucapan penyemangatnya bisa berbuah manis pada akhir pertandingan.

"Sebelum pertandingan, saya bilang kepada semua orang di tim. Kami hanya berjarak 90 menit saja dari mewujudkan mimpi kami, masuk dalam catatan sejarah dalam hidup kami. Kami bisa membuat Prancis meledak dengan kebahagiaan, kami bisa melakukannya dan harus melakukannya! Ada dua tim dan satu trofi, kami tak boleh membiarkan tim lain yang mendapatkan trofinya. Hasilnya sungguh luar biasa!"

Lanjutkan Membaca ↓