Deschamps: Andai Juara Euro, Prancis Tak Akan Juara Piala Dunia

pada 16 Jul 2018, 13:30 WIB
Didier Deschamps.

Jakarta Didier Deschamps menolak anggapan bahwa Prancis menjadi juara Piala Dunia karena memiliki para pemain dengan talenta tertinggi. Menurut Deschamps, bakat saja tidak akan bisa membawa sebuah tim menjadi juara kompetisi sekelas Piala Dunia.

Seperti diketahui, Prancis memang baru saja menjadi Piala Dunia dengan mengalahkan Kroasia di partai final. Prancis sukses mengalahkan sesama tim Eropa itu dengan skor 4-2.

Bagi Deschamps, kunci kesuksesan Prancis lebih karena permainan kolektif mereka. Prancis memang memiliki banyak pemain kelas dunia, tapi kemampuan mereka baru bisa bersinar karena bermain sebagai tim.

2 of 4

Talenta Saja Tidak Cukup

Didier Deschamps.
Didier Deschamps dan tim pelatih Prancis. (AP/Thanssis Stavrakis)

Ada beberapa aspek yang mendasari kesuksesan Prancis tahun ini. Ada aspek mental dan psikologis yang juga memiliki pengaruh besar terhadap kinerja tim sepanjang turnamen.

Menurutnya, setiap tim memiliki tantangan masing-masing. Bagi Prancis, tantangan utama mereka adalah memberikan mental tanding yang bagus bagi para pemain muda mereka.

"Bakat saja tidak akan mencukupi untuk menjadi juara. Kami butuh untuk memperkuat aspek mental dan psikologis. Setelah itu, semua tim akan bisa memanjat gunung tantangan mereka. Kadang saya juga merasa kesulitan dengan para pemain ini. Tapi saya tetap melakukannya demi mereka, karena meski mereka masih relatif muda, mereka masih mau mendengarkan arahan saya," terang Deschamps kepada ESPN.

3 of 4

Yang Penting Tim

Didier Deschamps.
Didier Deschamps. (AP/Francisco Seco)

Salah satu kekuatan timnas Prancis kali ini adalah permainan tim mereka yang solid. Tidak ada pemain yang benar-benar menjadi andalan Prancis di semua lini. Mbappe dan Griezmann menjadi bintang di lini depan, Pogba dan Kante di tengah, Varane dan Umtiti menjadi andalan di belakang.

Hampir semua pemain Prancis bermain dengan apik setiap kali diberi kesempatan bermain. Deschamps yakin kebersamaan para pemain Prancis masih akan ada meski setelah ini mereka terpisah lagi karena bergabung dengan klub masing-masing.

"Kolektivitas dalam tim selalu penting, meski akan selalu ada individu pemain yang akan membuat perbedaan dalam pertandingan. 23 pemain Prancis ini akan selalu terhubung selamanya, apa pun yang terjadi. Mereka akan berjalan ke arah yang berbeda, tapi selamanya akan selalu berusaha."

"Mulai hari ini, mereka akan menjalani kehidupan profesional yang berbeda karena kini mereka adalah juara dunia."

4 of 4

Kalah di Final Euro

Timnas Prancis, Didier Deschamps, Piala Dunia 2018
Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, memeluk kapten timnya, Hugo Lloris, setelah memastikan tiket ke final Piala Dunia 2018. (AP Photo/Martin Meissner)

Deschamps mengatakan bahwa kekalahan Prancis di final Euro 2016 lalu memberi pengalaman berharga. Deschamps bahkan meyakini timnya tidak akan bisa menjadi juara Piala Dunia kali ini seandainya tidak mengalami kekalahan itu.

"Kebanggaan terbesar saya adalah karena semua pemain saya memiliki pikiran yang benar. Hari ini kami menunjukkan beberapa ketidaksempurnaan. Kami tidak melakukan segalanya dengan benar. Tapi kami memiliki kualitas mental dan psikologis yang menentukan di Piala Dunia kali ini."

"Mungkin jika kami menjadi juara Euro 2016, kami tidak akan menjadi juara hari ini. Saya belajar banyak dari kekalahan itu. Final Euro itu berbeda. Kami mencoba untuk bermain rileks kali ini, dan para pemain tahu apa yang harus dilakukan dan semua yang dipertaruhkan."

 

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓