Piala AFF 2018: Sulitnya Peliput Timnas Indonesia Berburu Makanan Halal di Bangkok

Oleh Muhammad Ivan Rida pada 16 Nov 2018, 08:10 WIB
Diperbarui 16 Nov 2018, 08:10 WIB
Thailand
Suasana food court tempat menjual makanan di sekitar Stadion Kasetsart University, Bangkok, Thailand (Istiewa)

Bola.com, Bangkok - Jarum jam di tangan menunjukkan pukul 8 malam. Langkah kaki terasa lemas karena perut belum terisi sehabis meliput latihan Timnas Indonesia, di Stadion Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Kamis (15/11/2018).

Bola.com dan keempat jurnalis dari Indonesia kemudian bertanya kepada sejumlah warga sekitar, demi mengetahui tempat makanan terdekat. Sayangnya, informasi tak didapat karena mereka sulit bertutur kata selain menggunakan bahasa ibu.

Akhirnya, dengan bermodal telepon genggam di saku celana, kami berinisiatif mencari informasi via dunia maya. Secercah harapan pun mencuat berkat kejelian rekan jurnalis mengulik informasi.

Lokasi didapat dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat latihan Timnas Indonesia. Dengan keyakinan plus rasa lapar, rombongan jurnalis dengan mantap melangkahkan kaki menyambangi tempat tersebut.

Hawa dingin disertai hembusan angin menemani perjalanan kami. Warna-warni neon dari sejumlah nama toko menyala terang. Berbagai lampu jalan berbalut nuansa bangunan konvensional memberikan rona temaram.

Kursi kedai-kedai kopi seakan menjadi godaan bagi pengunjung yang lelah berjalan. Namun, kondisi perut tak bisa berkompromi karena belum mendapat asupan gizi.

Setelah 15 menit berjalan, lokasi yang dituju pun terlihat. Berbagai pedagang kaki lima dengan mantapnya menjajakan makanaan untuk para wisatawan.

Tempatnya berada persisi di pinggir jalan. Ini memang merupakan pusat jajanan seperti lebih kurang mirip pasar malam yang kerap ditemui di Indonesia.

Kami tanpa ragu bergegas menyambangi salah satu tempat makanan yang ramai pengunjung. Namun, aroma menyengat dari daging yang dibakar menembus rongga hidung. Seketika langkah pun terhenti. Dari wanginya, itu merupakan daging babi.

"Ya ini babi," kata seorang pedagang yang senyumnya merekah menjawab pertanyaan kami.

Rombongan jurnalis yang mayoritas muslim lantas diselemuti keraguan. Dalam ajaran Islam, haram hukumnya mengonsumsi jenis makanan tersebut.

Akan tetapi, kondisi perut yang sudah tidak bersahabat seakan membuyarkan akal sehat. Sepintas muncul dalam benak untuk menabrak aturan agama. Namun, seorang rekan menyadarkan untuk sabar menghadapi kondisi ini.

Kami kemudian kembali melangkahkan kaki mencari makanan halal. Satu demi satu tempat ditanyai. Namun, jawaban sama dari pedagang terus kami jumpai, "Ya ini daging babi."

Sajian liputan eksklusif Timnas Indonesia di Piala AFF  2018 bisa pembaca nikmati dengan mengklik tautan ini

2 dari 2 halaman

Harapan Muncul

Thailand
Salah satu stand makanan yang menjual daging babi di food court sekitar Stadion Kasetsart University, Bangkok, Thailand (Istimewa)

Setelah lelah menyikapi keadaan, harapan akhirnya datang. Salah satu pedagang di ujung jalan nampak menjual berbagai aneka makanan. Mata pun tertuju kepada sebuah daging yang terlihat tidak asing.

"Bukan babi, ini daging ayam," kata salah satu pedagang yang senyumnya juga merekah ketika menjawab pertanyaan kami.

Kalimat yang keluar dari pria paruh baya itu membuat rombongan jurnalis semringah. Nafsu makan kembali memuncak dan tanpa ragu memesan makanan tersebut.

Kelima jurnalis Indonesia dengan lahap menyantap potongan daging ayam tersebut. Penjualnya pun nampak senang karena dagangannya dinikmati dengan penuh suka cita.

Ini merupakan pengalaman pertama awak Bola.com ketika dihadapi situasi sulit "memburu" makan halal di negeri orang. Namun, perjuangan dan tekad yang tidak kenal lelah mencari sesuatu yang diidamkan pun berbuah positif pada akhirnya.

Semoga Timnas Indonesia juga mengalami hal "serupa" ketika berjuang menghadapi Thailand pada matchday ketiga Grup B Piala AFF, di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (16/11/2018).

Lanjutkan Membaca ↓