Pemanggilan Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020 Dibatasi, Begini Usulan Pelatih Persebaya ke PSSI

Oleh Aditya Wany pada 26 Nov 2021, 19:45 WIB
Diperbarui 26 Nov 2021, 19:45 WIB
Foto: Timnas Indonesia Lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023, Pemain Persebaya Ini Tampil Impresif
Timnas Indonesia malah kembali membobol gawang Chinese Taipei saat telah memasuki injury time lewat serangan balik. Witan Sulaeman melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan sebelum akhirnya melepas tembakan mendatar yang mulus menggetarkan jala gawang Chinese Taipei. (Dok. PSSI)

Bola.com, Surabaya - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, angkat bicara mengenai ketentuan pemanggilan pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020. Aturannya, pelatih Shin Tae-yong hanya diperbolehkan merekrut maksimal dua pemain dari masing-masing klub.

Aturan itu cukup beralasan mengingat Piala AFF 2020 yang dimulai pada 5 Desember 2021 berbarengan dengan bergulirnya BRI Liga 1 2021/2022. Pemanggilan maksimal dua pemain tidak terlalu membebani klub.

Masalahnya, Pelatih Shin Tae-yong mesti cermat memilih pemain untuk skuadnya. Situasi ini dilematis mengingat terdapat beberapa klub berisikan pemain-pemain top yang layak membela Timnas Indonesia.

Sebut saja Persib Bandung dan Persebaya Surabaya yang punya banyak pemain berkualitas. Hanya ada dua nama saja dari masing-masing klub itu untuk agenda TC dan uji coba Timnas Indonesia di Turki. 

Mereka adalah Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto dari Persebaya, sedangkan Persib mengirim Victor Igbonefo dan Ezra Walian.

“Aturan ini sebenarnya bagus buat klub, tetapi tidak bagus buat Timnas Indonesia, karena sekarang dibatasi dua (pemain per klub), tidak boleh lebih. Padahal, mungkin ada saja pemain yang layak ke timnas,” kata Aji Santoso

“Karena aturan dua itulah sehingga Timnas Indonesia tidak bisa menggunakan pemain terbaik. Contoh di Persebaya, saya sangat yakin tidak ada batasan, minimal empat pemain termasuk Ernando dan Ridho,” imbuh pelatih asli Malang itu.

 

2 dari 3 halaman

Usulan Khusus ke PSSI

Foto: Timnas Indonesia Hajar Myanmar di Laga Uji Coba Jelang Piala AFF 2020
Timnas Indonesia berhasil melumat Myanmar 4-1 pada laga uji coba jelang Piala AFF 2020 di Emirhan Sports Arena, Antalya, Turki, Kamis (25/11/2021). (Dokumantasi PSSI)

Aji Santoso mengusulkan kepada PSSI lebih cermat dalam mengatur jadwal sepak bola domestik. Dalam kondisi ada terdapat turnamen internasional, seharusnya kompetisi domestik bisa diliburkan.

“Timnas Indonesia tidak bisa mengambil pemain-pemain yang terbaik di klub untuk bergabung tim nasional. Saya mengusulkan, sebagai bagian dari sepak bola Indonesia, seharusnya kalau ada kompetisi, turnamen, atau FIFA Match Day, akan lebih baik kompetisi diliburkan,” ujarnya.

“Supaya timnas bisa mengambil pemain-pemain terbaik di klub. Ini memang dalam kondisi yang sulit, tapi untuk kebaikan timnas dan sepak bola Indonesia,” tutur pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

Sebelumnya, Aji sudah menyampaikan usulan seperti saat seri kedua BRI Liga 1 berlangsung pada Oktober 2021. Saat itu, tidak ada batasan pemanggilan pemain untuk uji coba sehingga membuat Persebaya kehilangan empat pemain.

 

3 dari 3 halaman

Masalah Klasik

Foto: Timnas Indonesia Hajar Myanmar di Laga Uji Coba Jelang Piala AFF 2020
Pada laga kali ini Timnas Indonesia tampil apik dan efektif. Sementara Myanmar sendiri tampil kurang greget dan malah cenderung bermain keras dan kasar. (Dokumantasi PSSI)

Polemik seperti ini sebenarnya adalah masalah klasik yang kerap gagal diatasi oleh PSSI dan LIB setiap musim. Sejak era Liga 1 mulai 2017, selalu ada protes klub karena jadwal kompetisi domestik yang berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia.

Di awal musim, PSSI dan LIB selalu berjanji akan menyesuaikan dengan jeda internasional yang di banyak negara memang meliburkan kompetisi domestik masing-masing. Namun, di Indonesia masalah ini masih terus bermunculan.

Di sisi lain, kebijakan serupa sudah pernah diambil saat Timnas Indonesia tampil di Piala AFF 2016 yang berbarengan dengan ISC A 2016. Skuat arahan Alfred Riedl saat itu harus puas dengan titel runner-up untuk kali kelima.     ReplyForward    

Lanjutkan Membaca ↓