4 Darah Persebaya Mengalir di Skuad Timnas Indonesia Piala AFF 2020: Wani!

Oleh Aditya Wany pada 07 Des 2021, 10:25 WIB
Diperbarui 07 Des 2021, 10:25 WIB
Kolase - Ernando Ari, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya
Kolase - Ernando Ari, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Persebaya Surabaya musim ini menjadi klub dengan penyumbang pemain terbanyak untuk Timnas Indonesia. Dua kali itu terjadi, masing-masing di tim senior dan U-23 dengan empat pemain sejak BRI Liga 1 2021/2022 dimulai.

Di Timnas Indonesia senior, mereka mengirim Ricky Kambuaya, Rizky Ridho, Ernando Ari Sutaryadi, dan Rachmat Irianto. Mereka masuk skuat Garuda saat berjumpa Chinese Taipei dalam play-off kualifikasi Piala Asia 2023 dengan keunggulan agregat 5-1.

Di Timnas Indonesia U-23, tiga nama terakhir di atas masih mendapat panggilan. Satu tambahan adalah winger Marselino Ferdinan. Mereka menjadi bagian tim saat kalah agregat 2-4 dari Australia U-23 dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Semua pemain itu memegang peranan penting di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Bahkan, empat pemain Persebaya tampil sebagai starter dalam laga yang berlangsung di Central Republican Stadium, Dushanbe, Tajikistan, Jumat (29/10/2021), meski kalah akhirnya kalah 0-1.

Rupanya, itu masih berlanjut saat Timnas Indonesia berkiprah di Piala AFF 2020. Ricky Kambuaya, Rizky Ridho, Ernando Ari Sutaryadi, dan Rachmat Irianto masuk skuat untuk turnamen antarnegara se-ASEAN itu. Ini membuat Persebaya menjadi penyumbang pemain terbanyak.

Ajang turnamen antarnegara ASEAN sudah dimulai pada 5 Desember 2021 dan akan rampung pada 1 Januari 2021. Timnas Indonesia diberi target menjuarai Piala AFF 2020 mengingat sudah lima kali keluar sebagai runner-up dan itu jadi prestasi terbaik.

Lantas, bagaimana potensi para penggawa bisa membantu Timnas Indonesia meraih target tersebut? Simak ulasan Bola.com:

2 dari 5 halaman

Ernando Ari Sutaryadi

Ernando Ari
Kiper Timnas Indonesia U-23, Ernando Ari Sutaryadi (tengah atas), saat menjadi starter melawan Australia U-23 di laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Asia U-23 2022, Jumat (29/10/2021). (Dok. PSSI)

Kiper berusia 19 tahun ini seolah menjadi mimpi buruk buat Australia U-23 yang tampil sangat agresif dan menekan di play-off Piala Asia U-23 2022 lalu. Dia mampu menghalau banyak upaya tembakan lawan. Penampilan Ernando pantas mendapat kredit khusus.

Dalam dua laga, Ernando menunjukkan kualitasnya sebagai kiper yang bisa diandalkan. Menariknya, dia selalu terpilih bermain dalam dua laga bersama Timnas Indonesia U-23. Padahal, ada Muhammad Riyandi skuat ini.

Di sisi lain, Riyandi malah menjadi penjaga gawang utama bersama Timnas Indonesia senior dalam dua laga melawan Chinese Taipei. Hal itu membuat Ernando harus puas menjadi kiper cadangan. 

Riyandi juga masih dipilih dalam dua pertandingan persahabatan internasional kontra Afghanistan (16 November 2021) dan Myanmar (25 November 2021).

Tapi, jangan ragukan kualitas Ernando. Sosok satu ini sudah berpengalaman di level internasional dengan mental juara. Kiper asli Semarang itu pernah membawa Timnas Indonesia U-16 menjuarai Piala AFF U-16 2018.

3 dari 5 halaman

Rizky Ridho

5 Potret Rizky Ridho saat Latihan Bersama Timnas, Bek Muda Persebaya
5 Potret Rizky Ridho saat Latihan Bersama Timnas, Bek Muda Persebaya (sumber: Instagram/rizkyridhoramadhani)

Stoper didikan kompetisi internal Persebaya ini juga menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Timnas Indonesia U-23. Dia sudah sejak muda membela timnas kelompok usia dan memiliki kemampuan yang apik sebagai pemain bertahan.

Dia juga mencatatkan rekor sebagai bek tengah termuda yang bermain di kualifikasi Piala Dunia FIFA untuk Timnas Indonesia. Ia bermain melawan Thailand pada 3 Juni 2021 dalam usia 19 tahun 220 hari.

Tapi, kansnya masuk skuat inti Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 akan mendapat halangan. Duet stoper tim ini sudah menjadi milik Victor Igbonefo (Persib Bandung) dan Fachruddin Aryanto (Madura United) yang jauh lebih senior dan berpengalaman.

Belum lagi ada Elkan Baggott dan Ryuji Utomo yang juga tak kalah tangguh dalam mengawal lini pertahanan skuat Garuda.

4 dari 5 halaman

Rachmat Irianto

Persebaya Surabaya - Rachmat Irianto Timnas Indonesia
Persebaya Surabaya - Rachmat Irianto Timnas Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Penampilan Rachmat Irianto  dalam dua pertandingan Timnas Indonesia menuai banyak pujian kontra Chinese Taipei. Dia mampu tampil sebagai gelandang bertahan yang menahan gempuran serangan Chinese Taipei dalam dua laga.

Itu masih berlanjut bersama Timnas Indonesia U-23 melawan Australia U-23. Lalu, putra Bejo Sugiantoro itu juga masih diandalkan di lini tengah saat melawan Afghanistan dan Myanmar dengan kemampuannya dalam menghentikan pergerakan lawan.

Menariknya, pemain yang akrab disapa Rian itu sebenarnya memulai kariernya sebagai bek tengah. Di posisi itu pula, dia menjadi pemain yang mendapat kontrak dari manajemen Persebaya di usia 17 tahun pada 2017.

Pemain asli Surabaya itu lantas masuk skuat Timnas Indonesia U-18 di bawah arahan Indra Sjafri di tahun yang sama. Jadi bek andalan, Rian juga didapuk sebagai kapten dalam Piala AFF U-18 2017 di Yangon, Myanmar.

Kini, kemampuannya sebagai gelandang bertahan akan dibutuhkan untuk Piala AFF 2020. Dia merupakan opsi terbaik untuk bekerja sama dengan Evan Dimas yang merupakan kapten sekaligus gelandang andalan.

5 dari 5 halaman

Ricky Kambuaya

Foto: Pesona Ricky Kambuaya, Mutiara dari Tanah Papua di Timnas Indonesia
Ricky Kambuaya berhasil menjawab kepercayaan pelatih Shin Tae-yong kala dirinya ditunjuk sebagai starter di lini tengah Timnas Indonesia. Ia mampu tampil meyakinkan di atas lapangan dan mempersembahkan dua kali kemenangan dari Chinese Taipei. (Dok. PSSI)

Gelandang satu ini baru saja menjalani laga debutnya di Timnas Indonesia saat menang 2-1 atas Chinese Taipei dalam leg pertama play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Buriram, Thailand, Kamis (7/10/2021).

Performanya sangat mengesankan selama bermain di lini tengah Timnas Indonesia. Dia Ricky Kambuaya termasuk pemain yang langka dengan kerja kerasnya berjuang untuk tim. Dia tidak bisa bertanding penuh karena cedera dan ditarik keluar pada menit ke-71.

Dalam menit bermain itu, Ricky Kambuaya membukukan catatan statistik yang cukup apik untuk seorang pemain debutan. Pemain asal Papua tersebut menorehkan 44 umpan berhasil, tiga intersep, dan satu tekel.

Jangan lupakan kontribusi masing-masing satu gol dan assistnya saat menghadapi Chinese Taipei dalam laga play-off tersebut pada leg kedua. Ricky membuktikan bahwa dia memang layak masuk jajaran gelandang tim asuhan Shin Tae-yong.

Pemain asal Papua ini juga masih diandalkan di lini tengah melawan Afghanistan dan Myanmar. Ricky Kambuaya bahkan mencetak gol lagi yang membuka pesta kemenangan saat Timnas Indonesia menang 4-1 atas Myanmar.   

Lanjutkan Membaca ↓