Ironis, Nyaris Semua Tunggal Putri Harus Lewati Kualifikasi

Oleh Diya Farida pada 26 Mei 2015, 17:02 WIB
Diperbarui 26 Mei 2015, 17:02 WIB
Hanna Ramadini
Memasuki tahun ketiga partisipasinya, Hanna Ramadini masih harus berjuang dari fase kualifikasi di Indonesia Terbuka SSP 2015.(BOLA.COM/BadmintonIndonesia.org)

Bola.com, Jakarta - Fakta ironi terjadi pada hasil undian (drawing) nomor tunggal putri Indonesia Terbuka Super Series Premier (SSP) 2015. Tak seperti tahun lalu, saat lima nama pemain Indonesia masuk ke dalam babak utama, tahun ini, hanya Adrianti Firdasari yang berada di posisi itu.

Selebihnya, harus memulai perjuangan dari fase kualifikasi. Padahal, Indonesia Terbuka SSP ialah turnamen kebanggaan Tanah Air, yang pada musim kompetisi 2014 lalu ditunjuk Federasi Bulutangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) sebagai turnamen terbaik.

Selain pemain senior pemusatan latihan nasional (pelatnas) Linda Wenifanetri, empat pemain muda nasional, Hanna Ramadini, Gregoria Mariska, Dinar Dyah Ayustine, dan Fitriani, juga dihadapkan dengan jadwal tanding kualifikasi, yang akan dimulai satu hari sebelum putaran pertama babak utama. Keempat nama ini didampingi empat pemain non-pelatnas, yakni Maria Febe Kusumastuti, Aprilia Yuswandari, Ruselli Hartawan, dan Yulia Yosephine Susanto.

“Tahun ini akan menjadi partisipasi saya yang ketiga di Indonesia Terbuka. Sejauh ini, saya sudah melakukan persiapan yang terbaik, termasuk latihan intensif. Setiap menjelang pertandingan (turnamen) besar, pasti latihannya berat. Supaya saat bertanding sudah siap,” papar Hanna, saat ditemui di konferensi pers Indonesia Terbuka SSP 2015, kemarin.

Dari delapan laga kualifikasi tunggal putri, dua pertandingan bakal memertemukan sesama pemain Indonesia. Maria Febe, yang diplot sebagai unggulan teratas kualifikasi, menjumpai Hanna, sementara unggulan kedua Linda, bertemu Gregoria.

Mengenai hasil drawing tersebut, Hanna, yang tahun ini genap berusia 20 tahun, berharap mampu menampilkan permainan terbaiknya. Apalagi, atmosfer persaingan di Indonesia Terbuka SSP lebih tinggi ketimbang turnamen-turnamen setingkat lainnya.

“Soal target, saya mau fokus satu demi satu pertandingan dulu. Semua lawan di sini berat. Karena ini kelas premier, dan para pemain senior sedang berburu poin ke Olimpiade tahun depan. Jadi, persaingannya pasti semakin ketat,” tukas juara Swiss International Challenge 2014 itu.

Berikut jadwal lengkap laga kualifikasi tunggal putri

Maria Febe Kusumastuti (1) vs Hanna Ramadini

Dinar Dyah Ayustine vs Jamie Subandhi (Amerika Serikat/AS)

Yulia Yosephine Susanto vs Iris Wang (3/AS)

Ruselli Hartawan vs Rong Schafer (AS)

Aprilla Yuswandari vs Chloe Magee (4/Irlandia)

Fitriani vs Lydia Yi Yu Cheah (Malaysia)

Linda Wenifanetri (2) vs Gregoria Mariska

Baca juga:

Angga/Ricky: Kami Harus Sabar di Laga Pertama

Di Balik Agenda Latihan Carolina Marin di Cipayung

Lee Chong Wei Berpeluang Tampil di Indonesia Terbuka

 

Bola Beli: Kelebihan dan Kekurangan Sepatu Sepak Bola Nike Mercurial