Richard: Ganda Campuran Dapat Undian Kurang OK di Kejuaraan Dunia

Oleh Diya Farida pada 30 Jul 2015, 17:00 WIB
Diperbarui 30 Jul 2015, 17:00 WIB
Vitalis Yogi Trisna
KURANG OK - Pelatih ganda campuran nasional, Richard Mainaky, menilai hasil undian yang diterima skuatnya di Kejuaraan Dunia BWF 2015 kurang menguntungkan lantaran tiga dari empat pasang anak didiknya berada di pool atas.(Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Pelatih ganda campuran nasional, Richard Mainaky, menyayangkan hasil undian yang diterima skuatnya pada Kejuaraan Dunia BWF 2015, 10-16 Agustus mendatang. Termasuk pasangan andalan, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tiga wakil Indonesia berkumpul di pool atas.

Tahun ini, Indonesia berkesempatan mengirim empat wakil di nomor ganda campuran. Selain Tontowi/Liliyana, tim Merah Putih juga akan diperkuat Riky Widianto/Richi Puspita Dili, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sayangnya, hasil undian alias drawing yang digelar di Museum Bank Indonesia, Kawasan Kota Tua Jakarta, Selasa (28/7/2015), justru kurang menguntungkan bagi kubu tuan rumah. Tontowi/Liliyana, Praveen/Debby, dan Edi/Gloria berada di pool atas, sementara duet Riky/Richi menempati pool bawah.

“Hasil undiannya memang kurang menguntungkan. Hampir semua wakil Indonesia berkumpul di pool atas. Tetapi, tidak menutup kemungkinan akan ada kejutan,” tutur Richard.

Di antara keempat wakil tersebut, Richard mengaku membidik medali lewat sabetan raket Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby. Namun, bila melihat hasil drawing, kakak kandung mantan pebulutangkis Rexy dan Marlev Mainaky itu kini wajib bersikap realistis.

Apalagi, di pool atas ada ganda campuran nomor satu dunia dari Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, dan unggulan kelima asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

“PBSI menargetkan Praveen/Debby meraih medali. Jadi, paling tidak mereka harus bisa lolos ke semifinal. Kami berharap, Praveen/Debby bisa menjegal pasangan-pasangan unggulan dan bertemu Tontowi/Liliyana di semifinal,” ujar Richard.

“Untuk Riky/Richi dan Edi/Gloria, fokus utama di Kejuaraan Dunia ialah mengumpulkan kemenangan sebanyak-banyaknya agar bisa meraih poin. Akan tetapi, mereka juga bisa saja membuat kejutan,” sambungnya menganalisa.

Pada Kejuaraan Dunia BWF 2014, Tontowi/Liliyana urung mempertahankan gelar juara lantaran Tontowi mengalami cedera pergelangan kaki kanan. Peran mereka kemudian dibebankan kepada Praveen/Debby dan Riky/Richi.

Sayang, kedua pasangan itu masih belum bisa berbicara banyak. Laju Praveen/Debby terhenti di perempat final, setelah dikalahkan Fischer/Pedersen dengan skor 12-21, 22-20, dan 18-21. Sementara Riky/Richi disingkirkan Zhang/Zhao pada babak kedua Kejuaraan Dunia BWF dengan skor 15-21, 14-21.

Baca juga:

Kejuaraan Dunia BWF: Drawing di Museum BI Atas Usulan Ahok

Ini Kata Taufik Soal Kans Tunggal Putra di Kejuaraan Dunia 2015

Kejuaraan Dunia BWF 2015: Ricky Puas dengan Hasil Undian Ganda