Ahsan / Hendra Terhenti, Indonesia Sisakan 2 Wakil di Denmark SSP

Oleh Diya Farida pada 16 Okt 2015, 05:29 WIB
Diperbarui 16 Okt 2015, 05:29 WIB
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, terpaksa angkat kaki dari turnamen Denmark Terbuka SSP 2015 setelah dikalahkan pasangan non-unggulan Tiongkok, Liu Cheng/Lu Kai, di laga babak 16 besar yang berlangsung di Odense Sports Park, Jumat (16/10/2015) dini hari WIB.(PBSI)

Bola.com, Odense - Kekalahan mengejutkan dialami ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, pada babak 16 besar turnamen Denmark Terbuka Super Series Premier (SSP) 2015, yang berlangsung Jumat (16/10/2015) dini hari WIB. Bertemu pasangan non unggulan Tiongkok, Liu Cheng/Lu Kai, di Lapangan 1 Odense Sports Park, Ahsan/Hendra kalah straight game, 23-25, 21-23.

Di atas kertas, Ahsan/Hendra lebih diunggulkan memenangi duel perdana kontra Liu/Lu. Juara Dunia 2015 itu kini menempati peringkat kedua dunia dan diplot sebagai unggulan kedua di Denmark Terbuka SSP 2015, sedangkan duo Liu/Lu cuma berperingkat 112 dunia.

Namun, faktor tersebut tidak berlaku di atas lapangan. Bermain lebih lepas, Liu/Lu sukses meredam Ahsan/Hendra, yang banyak melakukan kesalahan sendiri, dalam tempo 42 menit.

“Bola-bola mereka (Liu/Lu) tidak gampang 'mati'. Pertahanannya juga bagus, jadi serangan-serangan kami pun tidak mudah menembus. Sebaliknya, saat kami diserang mereka, pertahanan kami sering kecolongan,” kata Hendra, dilansir situs resmi PBSI.

“Lawan hari ini bermain bagus, sedangkan kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Kami banyak kehilangan poin bukan karena serangan mereka, tapi karena banyak melakukan unforced error. Ini yang paling menonjol dari penampilan kami hari ini,” tambah Ahsan.

Jalannya Pertandingan

Start Ahsan/Hendra di gim pertama terbilang cukup bagus. Pada perebutan poin-poin awal, Ahsan/Hendra mampu unggul 3-1. Tapi, jelang interval, kendali permainan berbalik dipegang Liu/Lu. Di fase ini, Liu/Lu unggul 11-7.

Selepas itu, marjin poin antara kedua pasangan makin menjauh. Kendati begitu, Ahsan/Hendra tak menyerah. Berbekal pengalaman bertanding, Kampiun All England 2014 itu mampu menyalip perolehan poin Liu/Lu menjadi 18-16.

Akan tetapi, pada posisi kritis, Dewi Fortuna ternyata justru lebih memihak Liu/Lu ketimbang Ahsan/Hendra. Dimulai dengan keberhasilan mereka mengambil challenge pada kedudukan 19-17, keberuntungan Liu/Lu berlanjut ke terjadinya adu netting, dan sampai mampu menutup gim pembuka dengan kemenangan.

Masuk gim kedua, start Ahsan/Hendra tak sebaik gim pertama. Setelah unggul 2-1, keduanya berbalik tertinggal hingga 7-11. Akan tetapi, serupa dengan gim pertama, Ahsan/Hendra sempat membuka peluang dengan berbalik unggul 19-18.

Sayangnya, keunggulan ini gagal dikonversikan menjadi kemenangan. Satu smes keras lawan yang gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Ahsan memastikan ganda putra terbaik Indonesia itu tereliminasi.

Sisakan 2 Wakil

Sebelum Ahsan/Hendra, wakil Merah-Putih yang juga gagal melewati babak 16 besar adalah ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Pasangan yang kerap disebut PraDeb itu masih belum mampu meladeni permainan unggulan keenam dari Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock. Dalam tempo 33 menit, Praveen/Debby kalah 8-21, 12-21.

Hal sama juga ditorehkan tunggal putra Dionysius Hayom Rumbaka dan ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, yang sama-sama kalah dari wakil tuan rumah. Hayom kalah dari Jan O Jorgensen, 21-12, 15-21, dan 19-21. Sedangkan Angga/Ricky harus mengakui keunggulan Mathias Boe/Carsten Mogensen, 19-21, 16-21. 

Dengan hasil ini, skuat Indonesia kini menyisakan harapan di tangan tunggal putra Tommy Sugiarto, dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Hasil babak 16 besar Denmark Terbuka SSP 2015 bisa diakses di sini.

Baca juga:

Tontowi / Liliyana Susah Payah ke Perempat Final Denmark Terbuka

Kalah di Babak Pertama, Greysia / Nitya Dapat Evaluasi

Febe Kalah, Wakil Putri di Denmark Terbuka Habis

 

Lomba Lari Xiamen Marathon di China Diikuti 12.000 Peserta