Kalah di Final, Tontowi / Liliyana Runner Up Denmark Terbuka

Oleh Diya Farida pada 18 Okt 2015, 19:01 WIB
Diperbarui 18 Okt 2015, 19:01 WIB
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (PBSI)
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, harus puas menjadi runner-up di turnamen Denmark Terbuka SSP 2015. Di final yang berlangsung di Odense Sports Park, Odense, Minggu (18/10/2015), Tontowi/Liliyana kalah rubber game dari wakil Korea Selatan, Ko Sung-hyun/Kim Ha-na.(PBSI)

Bola.com, Odense - Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, harus puas menjadi runner-up di turnamen Denmark Terbuka Super Series Premier (SSP) 2015. Di final yang berlangsung di Odense Sports Park, Odense, Denmark, Minggu (18/10/2015), Tontowi/Liliyana kalah rubber game dari pasangan Korea Selatan, Ko Sung-hyun/Kim Ha-na, 22-20, 18-21, dan 9-21.

Tontowi/Liliyana, yang diplot sebagai unggulan ketiga, sebenarnya punya peluang jadi juara jika mampu menuntaskan pertandingan dalam permainan dua gim. Akan tetapi, kelengahan di gim kedua membuat mereka harus merelakan gelar terbang ke dekapan Ko/Kim. 

Selain membuat Tontowi/Liliyana gagal naik podium kampiun, kekalahan dari unggulan ketujuh itu juga merevisi rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang 3-3. Sebelumnya, pasangan yang biasa disapa Owi/Butet itu juga harus mengakui keunggulan Ko/Kim di perempat final Jepang Terbuka Super Series tahun ini.

Jalannya Pertandingan

Tontowi/Liliyana membuka gim pertama dengan sangat bagus. Di perebutan poin-poin awal, mereka langsung unggul 6-0. Tapi Ko/Kim membalas dengan memenangi enam poin beruntun.

Tak mau terus mendapat tekanan, Tontowi/Liliyana bergegas mengembalikan fokus bertanding. Menuju interval, Owi/Butet unggul 11-8.

Selepas interval, pertandingan kembali berjalan sengit. Kedua pasangan terus terlibat dalam kejar-kejaran poin sampai terjadi adu setting pada kedudukan 20-20. Namun, mental bertanding Tontowi/Liliyana yang lebih teruji memastikan mereka memenangi gim pertama.

Masuk ke gim kedua, Ko/Kim lebih dulu mengambil kendali permainan. Meraih tujuh poin beruntun, duo Negeri Ginseng itu memimpin skor 8-4. Keunggulan poin Ko/Kim ini terus berlanjut hingga fase interval. Di titik tersebut, Ko/Kim unggul 11-6.

Tertinggal lima poin membuat Tontowi/Liliyana terpacu mengejar. Berturut-turut ganda campuran berperingkat dua dunia ini memenangi empat poin beruntun dan enam poin beruntun.

Sayangnya, upaya Tontowi/Liliyana ini belum cukup menghentikan laju Ko/Kim. Lebih dulu mencapai game point, Ko/Kim menyudahi gim kedua dengan kemenangan dan memaksakan terjadinya rubber game.

Gagal menyelesaikan laga dua gim langsung membuat konsentrasi Tontowi/Liliyana buyar. Di gim ketiga, yang menjadi penentu, mereka tertinggal jauh 0-6. Defisit poin ini terus berlanjut sampai di fase interval. Serupa dengan gim kedua, Tontowi/Liliyana tertinggal 4-11 di titik tersebut.

Setelah interval, permainan Tontowi/Liliyana tak kunjung membaik. Sebaliknya, Ko/Kim semakin berada di atas angin. Bermain stabil dan konsisten, Ko/Kim terus mendulang poin sampai unggul 16-6. Keunggulan ini bertahan hingga perebutan poin terakhir. Setelah meraih championship point di kedudukan 20-9, ganda peringkat ketujuh dunia ini sukses mengonversi kesempatan pertama mereka menjadi kemenangan.

Indonesia masih berpeluang memenangi gelar juara di nomor tunggal putra. Di nomor ini, Tommy Sugiarto akan menjumpai unggulan pertama dari Tiongkok, Chen Long.

Hasil final Denmark Terbuka SSP 2015 bisa diakses di sini.

Baca juga:

Ronald / Melati Pastikan Indonesia Juara Umum di China Taipeh GP

Kejutan Berlanjut, Tommy Sugiarto Melenggang ke Final

Bungkam Ganda Tiongkok, Tontowi / Liliyana ke Final Denmark SSP

Lomba Lari Xiamen Marathon di China Diikuti 12.000 Peserta