Owi / Butet Gagal Juara di Denmark Terbuka, Ini Kata PBSI

Oleh Bola pada 19 Okt 2015, 17:00 WIB
Diperbarui 19 Okt 2015, 17:00 WIB
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (PBSI)
Aksi ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, saat menghadapi pasangan Korea Selatan, Ko Sung-hyun/Kim Ha-na, di final Denmark Terbuka SSP 2015. Pada laga pamungkas yang berlangsung di Odense Sports Park, Minggu (18/10/2015), Tontowi/Liliyana kalah 22-20, 18-21, dan 9-21.(PBSI)

Bola.com, Jakarta - Hasil kurang OK memang ditorehkan pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia di turnamen Denmark Terbuka Super Series Premier (SSP) 2015, 13-18 Oktober lalu. Dari 14 wakil yang bertolak, hanya dua wakil, Tommy Sugiarto dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang berhasil menjejak final. Selebihnya, sudah berguguran mulai dari babak awal sampai babak perempat final.

Mengacu pada fakta ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Rexy Mainaky, memastikan akan ada evaluasi terkait hasil tersebut. Namun, Rexy baru bakal melakukan hal itu setelah skuat pemusatan latihan nasional (pelatnas) kembali ke Tanah Air pada pekan depan.

"Untuk evaluasi Denmark Terbuka SSP 2015, saya masih harus menunggu laporan dari para pelatih sekembalinya dari Eropa. Setelah Denmark kan mereka lanjut ke Prancis, untuk turnamen Prancis Terbuka Super Series 2015," tutur Rexy kepada bola.com melalui pesan elektronik, Senin (19/10/2015).

Saat ditanya mengenai kegagalan ganda campuran Tontowi/Liliyana naik podium kampiun untuk kali keempat beruntun, Rexy menyebut hal itu tidak lepas dari kurang tenang dan sabarnya Tontowi saat berada dalam situasi tertentu di atas lapangan pertandingan. Namun begitu, mantan pebulutangkis nasional yang ernah mengharumkan nama Indonesia dengan memenangi medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Ricky Soebagdja itu menilai performa Tontowi/Liliyana paling apik dibanding semua pemain.

"Sayangnya, penampilan Owi (panggilan Tontowi, red) di semifinal tidak keluar di final. Di sini, menurut saya, Owi harus banyak dilatih lebih sabar dan tenang saat dia sedang tidak dalam situasi kena pukulan smash lawan," jelas Rexy.

"Tapi, secara keseluruhan, hanya Owi/Butet (panggilan Liliyana, red) yang penampilannya cukup memuaskan. Sedangkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari kurang maksimal," lanjutnya.

Tahun ini, Tontowi/Liliyana kembali harus puas menyandang status runner-up setelah dikalahkan ganda campuran Korea Selatan, Ko Sung-hyun/Kim Ha-na, dalam pertarungan tiga gim. Bertanding selama 66 menit di Odense Sports Park, Minggu (18/10/2015), unggulan kedua itu tumbang dengan skor 22-20, 18-21, dan 9-21.

Hasil sama diraih Owi/Butet setahun lalu. Di final, keduanya kalah dari pasangan Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin, 20-22, 15-21. Demikian pula pada 2013 dan 2012. Di 2013, Tontowi/Liliyana harus mengakui keunggulan seteru bebuyutan mereka, Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok), 11-21, 20-22. Sedangkan di 2012, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal memenangi duel pamungkas kontra Xu/Ma, yang berkesudahan 21-23, 26-24, dan 11-21.

Baca juga:

Jadi Runner-up, Tontowi / Liliyana Tetap Bersyukur

Chen Long Gagalkan Ambisi Tommy Juara di Denmark Terbuka

Ahsan / Hendra Terhenti, Indonesia Sisakan 2 Wakil di Denmark SSP

Lomba Lari Xiamen Marathon di China Diikuti 12.000 Peserta