Jeblok di Denmark Terbuka, Ganda Putra Siapkan Strategi Baru

Oleh Yus Mei Sawitri pada 21 Okt 2015, 06:45 WIB
Diperbarui 21 Okt 2015, 06:45 WIB
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
Setelah tampil buruk di Denmark Terbuka 2015, ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dituntut tampil lebih baik di Prancis Terbuka 2015. (PBSI)

Bola.com, Paris - Tim ganda putra Indonesia langsung dievaluasi seusai tampil buruk di turnamen Denmark Terbuka 2015 pekan lalu. Pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dituntut tampil lebih baik di Prancis Terbuka 2015 pekan ini.

Penampilan kedua ganda Indonesia di Denmark Terbuka benar-benar di bawah harapan. Ditarget meraih gelar juara, kedua pasangan sama-sama terhenti di babak kedua. Angga/Ricky kalah dari pasangan tuan rumah, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Adapun Hendra/Ahsan yang kalah dari pasangan baru Liu Cheng/Lu Kai.

Hasil buruk ini jadi sorotan pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi. Menurut Herry, Angga/Ricky punya dua kelemahan mendasar yang harus segera diperbaiki.

“Ketenangan mereka dalam menghadapi tekanan harus lebih ditingkatkan. Yang kedua problem kecerdikan. Mereka harus cerdik dalam mengubah strategi, khususnya di poin-poin kritis. Namun, pemain Denmark tersebut memang lebih pintar. Mereka lebih berpengalaman dalam mengubah strategi dan membaca permainannya cepat sekali. Ketenangan mereka jauh di atas Angga/Ricky yang terlalu terburu-buru,” kata Herry, seperti dilansir situs PBSI.

“Di Paris ini harus ada perbedaan strategi, karena lapangan dan shuttlecock itu berpengaruh. Di Paris lapangannya ada sedikit angin, bolanya juga beda, jadi taktik dan strategi juga harus berbeda,” imbuh Herry .

Sementara itu, Hendra/Ahsan juga tak luput dari evaluasi pelatih. Faktor kesegaran dinilai jadi titik lemah ganda putra terbaik Indonesia tersebut.

“Kalau Hendra/Ahsan saya lihat dari kesegarannya yang kurang. Tipe permainan mereka kan menyerang, tapi kemarin enggak tembus-tembus. Kondisi mereka saat ini kurang segar. Khususnya untuk Hendra. Masa persiapan dia harus lama. Karena dia sudah pemain senior, tentu berbeda dengan junior-juniornya. Tapi itu bukan alasan dan harus dicarikan solusi,” jelas Herry.

Di Prancis Terbuka, Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan ganda Tiongkok Cai Yun/Lu Kai, sedangkan Angga/Ricky meladeni Adam Cwalina/Przemyslaw Wacha dari Polandia. Mereka akan bertanding Rabu (21/10) di Paris Coubertin Stadium.

Baca Juga: 

Ahsan / Hendra Terhenti, Indonesia Sisakan 2 Wakil di Denmark SSP

Rexy: Masa Depan Pebulutangkis Muda Indonesia Menjanjikan!

Kalah di Final, Tontowi / Liliyana Runner Up Denmark Terbuka

 

Lomba Lari Xiamen Marathon di China Diikuti 12.000 Peserta