Jadi Runner-up Prancis SS 2015, Praveen / Debby Tidak Puas

Oleh Diya Farida pada 25 Okt 2015, 21:56 WIB
Diperbarui 25 Okt 2015, 21:56 WIB
Praveen Jordan/Debby Susanto
Praveen Jordan/Debby Susanto harus puas menjadi runner-up di Prancis Terbuka Super Series 2015 setelah pada laga final yang berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Minggu (25/10/2015), kalah dari ganda Korea Selatan, Ko Sung-hyun/Kim Ha-na.(PBSI)

Bola.com, Paris - Ambisi ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, meraih gelar juara di turnamen Prancis Terbuka Super Series (SS) 2015 berakhir mengecewakan. Pada laga final yang berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Minggu (25/10/2015), Praveen/Debby harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan, Ko Sung-hyun/Kim Ha-na, 10-21, 21-15, dan 19-21.

Status runner-up di turnamen level super series sejatinya merupakan pencapaian terbaik Praveen/Debby pada musim kompetisi 2015. Namun begitu, pasangan berperingkat 9 dunia ini mengaku tidak puas. Menurut Praveen/Debby, keberuntungan belum berpihak kepada mereka.

"Perasaannya tentu kecewa. Karena kalau sudah bisa sampai final, tentu maunya menang. Gim pertama kami belum in, tapi di gim kedua dan ketiga kami sudah memberikan permainan terbaik. Apa yang kami mau tampilkan, sudah bisa keluar semua. Mungkin tinggal faktor luck saja di lapangan," kata Debby seusai pertandingan, dilansir situs resmi PBSI.

“Capaian hari ini sebenarnya masih kurang buat kami. Sudah sampai ke final seharusnya kami bisa menang. Tapi ya mau bagaimana lagi. Kami sudah berusaha ternyata dapetnya sampai di sini. Kami syukuri aja,” tambah Praveen.

Argumen Praveen dan Debby sejalan dengan yang terjadi di lapangan. Di gim pembuka, Praveen/Debby harus tertinggal jauh dari Ko/Kim. Bahkan, di jeda interval, Praveen/Debby tertinggal 3-11.

Defisit poin terlalu banyak membuat strategi permainan Praveen/Debby tak berjalan. Akibatnya, mereka kalah telak di gim pertama.

Beruntung kondisi ini tidak berjalan langgeng. Memasuki gim kedua, performa Praveen/Debby membaik. Mereka terus memimpin perolehan angka, dan tercatat hanya sekali bisa dilampaui Ko/Kim, yakni pada kedudukan 6-7. Unggul jauh, Praveen/Debby menyamakan skor dan memaksakan terjadinya rubber game.

Memainkan gim penentu, kedua pasangan saling bergantian memimpin perolehan angka. Praveen/Debby sempat unggul 11-8, namun kemudian balik tersusul 11-12.

Setelah itu, Ko/Kim terus memimpin perolehan poin hingga menyentuh match point lebih dulu di kedudukan 20-18. Tapi, Praveen/Debby yang tak mau kalah begitu saja, sempat membuka harapan terjadinya adu setting dengan memenangi poin ke-39.

Sayang, itu menjadi poin terakhir yang diraih Praveen/Debby. Pada perebutan poin ke-40, yang juga menjadi kesempatan match point kedua Ko/Kim, pengembalian Praveen gagal melewati net. Gelar juara Prancis Terbuka SS 2015 berhasil dimenangi Ko/Kim.

Sejarah mencatat, Praveen/Debby dan Ko/Kim sudah empat kali berhadapan. Sejauh ini rekor pertemuan masih 2-2, sama kuat. Sebelum bentrok di laga pamungkas Prancis Terbuka SS 2015, mereka berhadapan di Thailand Terbuka Grand Prix Gold (GPG) 2015. Saat itu Praveen Jordan/Debby Susanto tampil sebagai pemenang pertandingan, dengan skor 21-16 dan 21-16.

Hasil final Prancis Terbuka SS 2015 bisa diakses di sini.

Baca juga:

Takluk dari Ganda Tiongkok, Greysia / Nitya Gagal ke Final

Ahsan / Hendra Tersingkir dari Prancis Terbuka

Hilang Fokus, Maria Febe Kalah dari Carolina Marin