Praveen / Debby Tumbang, Indonesia Tanpa Wakil di Tiongkok SSP

Oleh Diya Farida pada 13 Nov 2015, 17:20 WIB
Diperbarui 13 Nov 2015, 17:20 WIB
Praveen Jordan/Debby Susanto
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, harus angkat kaki dari Tiongkok Terbuka SSP 2015 setelah disingkirkan pasangan nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei, di perempat final, Jumat (13/11/2015).(PBSI)

Bola.com, Fuzhou - Indonesia dipastikan gagal meraih gelar juara di turnamen Tiongkok Terbuka Super Series Premier (SSP) 2015 setelah laju wakil terakhir, Praveen Jordan/Debby Susanto, terhenti di perempat final. Menjumpai unggulan pertama sekaligus wakil tuan rumah, Zhang Nan/Zhao Yunlei, di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Jumat (13/11/2015), Praveen/Debby kalah 21-19, 13-21, 16-21.

Kekalahan ini juga menjadi edisi keenam beruntun yang diterima Praveen/Debby sepanjang pertemuan mereka kontra Zhang/Zhao. Terakhir, keduanya tumbang di tangan ganda campuran nomor satu dunia saat bertemu di perempat final Kejuaraan Dunia 2015, Agustus lalu. Saat itu, pasangan yang biasa disebut PraDeb itu kalah 13-21, 14-21.

Jalannya pertandingan

Gim pertama berlangsung ketat bagi kedua pasangan. Baik Praveen/Debby maupun Zhang/Zhao terus terlibat dalam perebutan poin. Namun, Praveen/Debby mampu lebih dulu menyentuh poin interval. Di fase ini, ganda campuran berperingkat sembilan dunia itu unggul 11-9.

Sayangnya keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Selepas interval, duo Z berbalik memimpin skor setelah memenangi tiga poin beruntun. Pertarungan sengit pun kembali terjadi. Sama-sama bermain apik, kedua pasangan silih berganti mendulang angka.

Tapi, seperti saat interval, Praveen/Debby lebih dulu sampai di poin ke-21. Pasangan Indonesia inipun unggul 1-0.

Tertinggal satu gim membuat Zhang/Zhao bermain lebih agresif di gim berikutnya. Meski masih sempat terlibat perebutan poin sengit di awal gim, keduanya bisa melepaskan diri dari tekanan Praveen/Debby.

Setelah unggul 11-9 di interval, Zhang/Zhao tak pernah sekalipun memberi ruang Praveen/Debby untuk mengembangkan permainan. Mereka pun menang telak dengan keunggulan delapan poin.

Imbang 1-1 memaksa kedua pasangan melanjutkan duel mereka di gim ketiga. Pada gim penentu ini, Praveen/Debby sempat memegang kendali di awal hingga pertengahan.

Sayang, keduanya tidak mampu menjaga keunggulan jauh mereka yang terekam di kedudukan 12-6. Terus membuat kesalahan, Praveen Jordan/Debby Susanto akhirnya harus kembali mengakui ketangguhan Zhang/Zhao dalam pertarungan rubber game berdurasi 59 menit.