Profil Luca Marini: Adik Rossi Calon Bintang Balap Dunia

Oleh Yus Mei Sawitri pada 05 Des 2015, 21:20 WIB
Diperbarui 05 Des 2015, 21:20 WIB
Luca Marini
Luca Marini digadang-gadang bakal meneruskan kehebatan Valentino Rossi di ajang MotoGP. (Lucamarini97.it)

Bola.com, - Petualangan Valentino Rossi di ajang MotoGP diprediksi tak lama lagi berakhir. Tahun depan usianya sudah menginjak 37 tahun. Namun, kejayaan keluarga Rossi di ajang balap motor kemungkinan tak akan pudar begitu saja. Mereka sudah menemukan pengganti Rossi dalam diri Luca Marini.

Luca adalah adik tiri Rossi yang lahir di Urbino, Italia, pada 10 Agustus 1997. Mereka lahir dari ibu yang sama, Stefania Palma, namun berbeda ayah. Tak heran, nama belakang keduanya berbeda. Rossi putra dari Graziano Rossi, sedangkan adiknya putra dari Massimo Marini, seorang pengusaha Italia.

Pekan ini, pebalap yang memilih 97 sebagai nomor kebanggaannya itu resmi bergabung dengan tim Moto 2, Forward Racing. Musim depan Luca bakal memulai petualangan di ajang balap motor yang levelnya satu setrip di bawah MotoGP tersebut.

Valentino Rossi (tengah) bersama ibunya dan adiknya, Luca Marini (kanan). (Autorevolution)

Kapan Luca mulai mengikuti jejak sang kakak? Ternyata, pria bermata biru agak abu-abu tersebut sudah andal menaiki sepeda motor sejak berusia empat tahun. Bahkan pada 2003 dia sudah mengikuti kejuaraan minibike dan langsung menjuarai seri di tahun pertamanya.

Seperti Rossi yang punya DNA balap dalam tubuhnya, bakat Luca juga sangat mencolok. Pria yang juga menyukai gokart ini akhirnya masuk sekolah balap Tarziano Tamagnini. Dia mulai mencicipi motor yang lebih besar, Honda NSF 100, pada 2007. Luca kemudian direkrut oleh Honda di Kejuaraan Junior Italia.

Pada 2011 Luca mulai terjun di ajang MiniGP kelas 80 cc, bersama tim RMU Cattalica. Dasar berbakat, bocah yang sering nongol di paddock Valentino Rossi  ini langsung juara. Pada tahun kedua, Luca pindah tim ke Gresini untuk terjun di Moto3 Kejuaraan Nasional Italia atau yang dikenal dengan CIV.

Luca Marini saat masih bertarung di kejuaraan MiniGP 80. (Bikeracing.it)

Kejuaraan Nasional Moto3 Spanyol (Moto3 CEV Repsol) menjadi arena petualangan Luca berikutnya. Pada musim ini dia menempati peringkat kelima di klasemen akhir. Prestasi lumayan untuk bocah yang belum genap berusia 19 tahun. Pria yang mengaku mengidolai Rossi dan Dani Pedrosa ini juga sudah mencicipi pengalaman menjadi pebalap wild card di Moto3 (2013) dan Moto2 (2015) di Sirkuit Misano, San Marino.

Kejadian Unik

Ada kejadian unik saat Luca berkompetisi di ajang Moto2 CEV Spanyol pada 2014. Media Spanyol dibuat heboh menyaksikan aksi heroiknya kala menyelamatkan pebalap lawan. Saat itu dia turun memperkuat tim Aspar VR46 di Sirkuit Jerez, 5-6 April.

Saat sedang melaju kencang di lintasan, dia terjatuh bersama pebalap Team Calvo asal Inggris, Wayne Ryan, tiga lap menjelang finis. Luca mampu berdiri. Alih-alih langsung meraih motornya dan melanjutkan balapan, dia memilih menghampiri Ryan yang kaki kanannya terjepit di bawah motor dan terkena knalpot.

Seusai balapan dia mendapat pertanyaan senada dari wartawan. “Tahukah Anda sebenarnya bisa memenangi balapan ini? Jawabannya singkat. “Saya ingin menang di lintasan, tapi kali ini ada yang lebih penting,” kata dia.

Sebagai seseorang yang hidup bersama seorang superstar balap motor, Luca mengaku sering meminta nasihat dari Rossi. Apalagi dia juga bergabung dengan VR46 Riders Academy alias akademi balap milik The Doctor. Saat Rossi memenangi berbagai gelar bergengsi, pebalap yang menggunakan maskot bulldog ini juga mulai membuka jalannya sendiri. Luca sudah berada di jalur yang benar untuk mengikuti jejak sang kakak setelah meneken kontrak dengan Forward Racing dan bakal bergabung dengan sesama pebalap Italia, Lorenzo Baldassari. Keduanya bakal mengendarai motor Kalex pada 2016.

“Ini kesempatan bagi saya memelajari banyak hal. Saya senang dan juga antusias tentang kesempatan hebat ini,” ujar Luca, seusai penandatanganan kontrak dengan Forward Racing, seperti dilansir Crash, dua hari lalu. 

Mampukah Luca memenuhi harapan banyak orang yang ingin melihatnya menyamai kehebatan The Doctor? Luca menegaskan bakal bertarung maksimal demi meraih hasil terbaik. Namun, dia tak mau dibanding-bandingkan dengan sang kakak. “Saya adalah Luca. Adik Valentino Rossi berada di urutan berikutnya,” ujarnya singkat.

 

Ngobrol Bareng Atlet Cantik, Liontin Evangelina Setiawan Soal Tren dan Tips Aman Bersepeda