Feature: Impian Terakhir Kobe Bryant

Oleh Yus Mei Sawitri pada 02 Jan 2016, 14:30 WIB
Diperbarui 02 Jan 2016, 14:30 WIB
Kobe Bryant
Aksi Kobe Bryant saat memperkuat AS melawan Yunani dalam laga basket Olimpiade Beijing 2008, (14/8/2008). (AFP/Nicolas Asfouri)

Bola.com, - Kobe Bryant mengumumkan bakal pensiun dari ajang NBA pada akhir musim ini. Rasa cintanya terhadap basket diekspresikan dengan sangat jelas saat mengumumkan kabar pensiun tersebut melalui bait-bait puisi. Kobe adalah basket dan basket tak akan pernah sama tanpa Kobe.

Meskipun berstatus sebagai salah satu pebasket terhebat sepanjang sejarah, kebintangan The Black Mamba memudar pada musim ke-20 dan musim terakhirnya di ajang National Basketball Association (NBA). Meski demikian, dua kali juara Olimpiade di cabang basket itu tak akan membiarkan impian terakhirnya lepas begitu saja. Dia ingin menyudahi kariernya dengan tampil Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil!

Kobe Bryant bakal berusia 38 tahun depan. Pemain Los Angeles (LA) Lakers tersebut tentu saja harus bersaing keras dengan pebasket-pebasket AS lainnya untuk mewujudkan impiannya. Tapi, Bryant sepertinya tidak minder. Dia siap bersanding dengan pemain-pemain yang lebih muda seperti LeBron James, Chris Paul, maupun Carmelo Anthony. Impian menutup karier di Olimpiade Rio sekaligus mengejar medali emas tiga kali beruntun tak pernah disembunyikan. Cita-cita itu kali pertama terucap pada November 2015.

Sayangnya, Lakers terpuruk musim ini. Rekor menang kalah 6-27 adalah yang terburuk kedua di ajang NBA. Kondisi ini memang bisa menguntungkan bagi Bryant karena Lakers kemungkinan tak akan tampil di ajang play-off. Dengan demikian, dia bakal punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri jika akhirnya terpilih masuk tim Olimpiade. Tapi, saat ini Kobe sedang menghadapi fase berat dalam kariernya.

Cedera terus menghantuinya. Kobe mengalami masalah di bahu kanannya. Performanya juga jauh dari standar yang ingin disaksikan fans. Kobe bukan lagi orang yang sama seperti pada masa jayanya.

Seperti dilansir situs Rio 2016, Jumat (1/1/2016), bintang Lakers itu mencatat rata-rata 16,7 poin; 4,3 rebound, dan 3,4 assist per laga pada musim ini. Statistik tersebut jauh dari rata-rata pencapaian sepanjang kariernya, yaitu 25,2 poin; 5,3 rebound, dan 4,8 assist per laga. Kobe memang masih menjadi pencetak poin terbanyak ketiga sepanjang sejarah NBA. Tapi, kini dia tak seagresif dulu.

Akhir Magis

Mungkin menyadari fakta-fakta tersebut, Kobe tak buru-buru membicarakan peluangnya terpilih masuk tim Olimpiade saat melakukan telekonferensi dengan jurnalis, dari New York pada 21 Desember. Namun, dia mengakui tampil di Olimpiade bakal menjadi akhir karier yang magis.

“Ambil bagian di Olimpiade bakal menjadi pengalaman indah,” ujar Bryant.

Ekspresi Kobe Bryant saat memperkuat AS melawan Nigeria dalam laga basket Olimpiade London 2012, (2/8/2012). (AFP/Mark Ralston)

“Saya tumbuh di luar negeri, saya tumbuh di Italia (negara di mana ayahnya bermain basket profesional), dan bisa melihat bagaimana basket menjadi olahraga intenasional secara langsung. Bakal menjadi hal indah bagi saya secara personal jika bisa menyudahi karier di ajang internasional. Tapi kita lihat saja nanti,” beber pebasket yang tak pernah berpindah tim ini.

Muncul spekulasi Bryant bakal melanjutkan kariernya di Eropa. Dia disebut-sebut mendapat tawaran dari klub basket asal Italia, Viola Reggio Calabria. Itu adalah tim di mana ayah Bryant, Joe, pernah berkarier. Tapi, Black Mamba menepis ide tersebut. “Saya bakal gembira bermain di luar negeri, tapi itu tak akan terjadi. Tubuh saya sudah tidak mampu.”

Amerika Serikat menjadi tim basket pertama yang terkualifikasi ke Olimpiade 2016 setelah memenangi FIBA World Cup tahun lalu. Negara lain yang telah memastikan tiket adalah Australia, Nigeria, Venezuela, Argentina, Spanyol, Lithuania dan Tiongkok. Brasil juga telah menggaransi satu tiket karena berstatus sebagai tuan rumah Olimpiade.

Jadi mampukah Kobe merealisasikan mimpi terakhirnya sebelum turun dari panggung basket? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.