Inilah Penyebab Hasil Buruk Tim Ganda Campuran di Thailand

Oleh Oka Akhsan pada 12 Feb 2016, 23:15 WIB
Diperbarui 12 Feb 2016, 23:15 WIB
Praveen Jordan/Debby Susanto
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, langsung tersingkir di babak pertama Thailand Masters 2016. (PBSI)

Bola.com, Jakarta - PBSI akan mengevaluasi penampilan mengecewakan tim ganda campuran pelatnas di ajang Thailand Masters 2016.

Empat pasangan yang dikirim ke turnamen berhadiah total 120.000 dollar AS (Rp 1,6 miliar) itu gagal memenuhi ekspektasi tim pelatih karena terkendala problem mental.

Seluruh wakil pelatnas secara mengejutkan langsung tersingkir di babak pertama, termasuk dua pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan, yakni Praveen Jordan/Debby Susanto (unggulan 2) dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (6).

“Hasil undian memang tak menguntungkan. Namun, kalah semua di hari pertama merupakan hasil yang mengecewakan,” kata Nova Widianto, Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI, yang mendampingi tim ganda campuran di Bangkok.

Praveen/Debby ditaklukkan wakil tuan rumah, Puavaranukroh Dechapol/Sapsiree Taerattanachai, 13-21, 15-21. Padahal, sepekan sebelumnya Praveen/Debby menang atas lawan yang sama di final India Open Grand Prix Gold 2016.

Praveen/Debby tampil kurang maksimal. Dari kacamata saya, performa puncak dan fokus mereka sudah habis setelah juara di India. Kami memang menghadapi situasi yang dilematis. Kami harus mengirim Praveen/Debby untuk mengamankan poin ke olimpiade, tapi di sisi lain kalau ikut turnamen beruntun hasil yang mereka raih pada ajang terakhir hampir selalu kurang bagus,” ujar Nova.

Edi/Gloria disingkirkan pasangan Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen. Alfian Eko Prasetya/Anissa Saufika menyerah kepada Vitalij Durkin/Nina Vislova (Rusia). Sementara Riky Widianto/Richi Puspita Dili yang baru kembali dipasangkan harus mengakui keunggulan pasangan senior Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

Menurut peraih medali perak ganda campuran Olimpiade Beijing 2008 bareng Liliyana Natsir itu, hasil minor ketiga pasangan di atas lebih disebabkan faktor mental. Prestasi mereka pernah bagus sebelum merosot secara drastis.

"Alfian/Anissa sempat nangkring di ranking 20-an, lalu Anissa cedera. Riky/Richi juga sempat di ranking sembilan, tapi kemudian kalah-kalah terus. Edi/Gloria juga demikian. Tidak mudah mengembalikan kepercayaan diri mereka. Namun, mereka punya kualitas. Kalau kepercayaan dirinya sudah kembali, mereka pasti bisa kembali ke papan atas,” kata Nova.

Untuk memperbaiki penampilan ganda campuran pelatnas, Nova mengatakan tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh plus menerapkan latihan yang lebih intensif. "Kami harus bisa mengembalikan performa terbaik mereka sebelum tampil di German Open Grand Prix Gold dan All England 2016," ujarnya.