Juarai All England 2016, Praveen / Debby Harus Perbaiki Hal Ini

Oleh Erwin Fitriansyah pada 14 Mar 2016, 11:30 WIB
Diperbarui 14 Mar 2016, 11:30 WIB
Praveen Jordan/Debby Susanto
Praveen Jordan/Debby Susanto, masih punya kelemahan yang harus diperbaiki setelah menjadi juara All England 2016. (PBSI)

Bola.com, Jakarta - Praveen Jordan/Debby Susanto sukses menjadi juara All England 2016 setelah mengalahkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Minggu (13/3/2016). Bermain pada babak final yang digelar di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, Praveen/Debby menang dengan skor 21-12, 21-17.

Meski menang, pelatih ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky menyebut anak asuhnya itu masih punya kelemahan. Hal tersebut harus diperbaiki jika Praveen/Debby ingin meraih prestasi lain.

“Terkadang mereka masih kurang tenang dalam bermain. Pada babak awal, Debby kerap melakukan kesalahan saat servis. Dalam satu pertandingan, Debby melakukan sampai sembilan kali kesalahan servis,” ujar Richard.

Kesalahan macam itu membuat lawan mendapatkan poin dengan mudah. Richard megatakan, hal tersebut terjadi beberapa kali, baik pada laga semifinal maupun partai final.

“Saat berlatih lagi, hal tersebut akan menjadi salah satu yang perlu dibenahi. Mereka tetap harus giat dan disiplin dalam latihan kalau ingin lebih baik dibanding sekarang,” tegas Richard.

Setelah menjuarai All England 2016, peluang Praveen Jordan/Debby Susanto untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016 semakin terbuka. Syaratnya, mereka harus bisa mempertahankan performa bagus dan berada di posisi delapan besar peringkat Olimpiade.