Jalan Terjal Atlet Voli Pantai Indonesia Menuju Olimpiade 2016

Oleh Muhammad Wirawan Kusuma pada 19 Jun 2016, 18:30 WIB
Diperbarui 19 Jun 2016, 18:30 WIB
Voli Pantai
Atlet voli pantai akan berjuang pada babak kualifikasi Olimpiade 2016 di Australia untuk merebut tiket ke Rio de Janeiro. (Liputan6.com/Ajeng Resti)

Bola.com, Bali - Jalan terjal akan dilalui atlet voli pantai Indonesia untuk menembus ajang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Agustus 2016. Mereka harus menjadi juara pada babak final kualifikasi zona Asia Pasifik di Australia, 20-26 Juni 2016, untuk menyegel tiket ke Rio de Janeiro.

Baca Juga

Misi itu tak akan mudah mengingat lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan, yaitu China dan Kazakstan. Namun, pelatih tim nasional voli pantai Indonesia, Slamet Mulyanto, mengatakan timnya siap menampilkan yang terbaik. "Secara mental atlet kami sudah siap tanding," ujar Slamet saat latihan voli pantai dikunjungi Menpora Imam Nahrawi, Minggu (19/6/2016).

"Sebelum menuju Rio, kami harus mengikuti kualifikasi terlebih dahulu di Australia. Jika kami juara di Australia, Indonesia langsung mendapatkan tiket langsung ke Rio," tambahnya, seperti dikutip situs resmi Kemenpora.

Lantas bagaimana jika Indonesia gagal juara? Peluang menuju Olimpiade 2016 tetap terbuka. Dengan catatan, para Arjuna Merah Putih harus menduduki peringkat kedua atau ketiga pada babak final kualifikasi di Australia.

"Jika mendapat peringkat kedua atau ketiga, tim Indonesia harus mengikuti playoff lagi di Rusia yang akan diikuti oleh peringkat ke-2 dan 3 dari lima zona. Peringkat 1 dan 2 di Rusia akan lolos ke Rio, " jelas Slamet.

Indonesia akan mengirimkan tiga pasangan untuk ikut babak final kualifikasi Olimpiade 2016. Mereka adalah Ade Candra Rachmawan/Fahriansyah, Danangsyah/Gilang Ramadhan, dan Rendy Verdian/M Asyifa.

Saat ini, para atlet tersebut tengah menjalani pemusatan latihan di Sanur, Bali. Slamet menjelaskan Bali dipilih sebagai tempat pelatnas karena atmosfer yang hampir sama dengan Rio de Janeiro.

"Pemilihan lokasi pelatnas disini menyesuaikan dengan kondisi nyata pada saat pertandingan Olimpiade nanti. Angin dan pasir pantai hampir mirip dengan venue pertandingan di Brasil, " ungkap Slamet.