Seperti Rio, Pebalap Malaysia Butuh Dana Agar Bertahan di Moto3

Oleh Muhammad Wirawan Kusuma pada 19 Jul 2016, 09:30 WIB
Diperbarui 19 Jul 2016, 09:30 WIB
Khairul Idham Pawi
Pebalap Malaysia, Khairul Idham Pawi, memiliki nasib sama seperti Rio Haryanto. Pemegang dua gelar juara seri Moto3 ini butuh dana untuk terus melanjutkan kiprahnya. (MotoGP)

Bola.com, Sachsenring - Pebalap Malaysia, Khairul Idham Pawi, tak begitu menikmati kemenangannya pada balapan Moto3 Jerman, Minggu (17/7/2016). Meski sudah dua kali menjuarai seri balapan, masa depan Pawi di Moto3 sedang terancam.

Ayah Pawi, Pawi Omar, menyatakan sang putra mengalami masalah keuangan karena harus membiayai kiprahnya di Moto3 dari kantong pribadi. Hingga saat ini, pihaknya sudah menghabiskan dana 200.000 ringgit (Rp 658 juta) untuk membiayai kiprah Pawi di Moto3.

Dengan kesuksesan Pawi menjadi juara di Moto3 Jerman, Omar berharap sejumlah pihak mau menjadi sponsor anaknya. "Saya berharap kemenangan kedua ini akan menjadi pembuka mata sponsor," kata Omar seperti dikutip New Strait Times, Senin (18/7/2016).

"Kami membutuhkan 200.000 ringgit untuk mengawali karier Pawi di Moto3 dan mengirimkan orang untuk menemaninya. Saya senang dia menang di Jerman, tapi kami sekarang benar-benar butuh bantuan dana untuk mendukungnya," tambah Omar.

Omar mengatakan Pawi mendapat bantuan dari Pemerintah Perak baru-baru ini. Namun, dana tersebut belum cukup untuk membiayai kiprah Pawi hingga akhir musim. "Saya berharap akan lebih banyak bantuan yang datang untuk membantu kami," ujar Omar.

Nasib Pawi hampir sama seperti pebalap Indonesia, Rio Haryanto yang kini tampil di ajang F1. Masa depan Rio bersama Manor Racing juga terancam akibat masalah dana.

Pebalap berusia 23 tahun itu masih butuh dana 7 juta euro (setara Rp 101 miliar) untuk bisa meneruskan kiprahnya di ajang F1. Jika tidak, F1 GP Hungaria yang akan digelar pada 24 Juli bakal jadi balapan terakhir untuk Rio Haryanto.