Ini Harapan Pebalap kepada Pemilik Baru F1

Oleh Yus Mei Sawitri pada 16 Sep 2016, 14:20 WIB
Diperbarui 16 Sep 2016, 14:20 WIB
Formula 1
Formula 1. (Reuters)

Bola.com, Singapura - Kedatangan pemilik baru F1, Liberty Media, disambut hangat para pebalap. Mereka berharap pemilik baru membuat gebrakan sehingga F1 bisa lebih menarik perhatian anak-anak muda.

Dalam beberapa tahun belakangan pamor F1 meredup. Kecanggihan teknologi yang diterapkan pada lomba balap jet darat tersebut dinilai mengurangi aksi-aksi menarik saat balapan. Gap antara tim papan atas dan papan bawah yang sangat lebar juga membuat race menjadi membosankan dan mudah ditebak. Buntutnya, sulit muncul juara baru di setiap balapan. 

Pebalap Mercedes, Nico Rosberg, menghormati peran Bernie Ecclestone selama mengelola F1. Namun, dia meyakini sejumlah perubahan bakal berimbas positif bagi F1. 

"Bernie dan rekan-rekannya yang menjalankan semua bisnis ini selama bertahun-tahun telah melakukan tugasnya dengan luar biasa. Seperti yang kita lihat banderol harga 8,5 miliar dolar AS (setara Rp 104 triliun). Seseorang pasti telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk mendapatkan banderol harga sebesar ini dan belum lagi harga hak siar. Itu benar-benar luar biasa," kata Rosberg, seperti dilansir Motorsport, Jumat (16/9/2016). 

"Tapi, saya rasa dunia sudah banyak berubah dan kadangkala sangat menyenangkan mendapatkan udara segar, grup baru yang kompeten yang berisi orang-orang yang membawa ide baru, terutama yang berasal dari Amerika. Biasanya AS satu langkah di depan, terutama dalam hal teknologi dan hal-hal seperti itu. Soal televisi, mereka sangat bagus," imbuh Rosberg. 

Rosberg berharap keberadaan Liberty Media bisa memperkuat posisi F1 di Amerika dan juga di Eropa, khususnya di mata anak-anak muda,

"Di Eropa dan berbagai penjuru dunia, banyak anak-anak muda yang mencintai olahraga ini, tapi tak benar-benar bisa melihat karena mereka kesulitan menemukan waktu balapan. Mereka mungkin juga enggan mengeluarkan banyak energi untuk mencari tahu jam tayang. Mengingat kami balapan ke berbagai sudut dunia, jadi jam tayang selalu berubah," beber pebalap yang kini menduduki peringkat kedua di klasemen sementara pebalap F1 2016. 

"Jadi itu area yang bisa kami perbaiki, untuk menggapai lebih banyak orang supaya mencintai olahraga ini."

Pebalap McLaren, Fernando Alonso, juga melihat sisi Amerika Serikat dari Liberty Media sebagai faktor penting. "Mereka punya pengalaman yang bagus, mereka orang Amerika. Saya rasa di sana olahraga ini cukup populer," ujar Alonso. 

Raksasa media AS, Liberty Media Corporation, pada Rabu (7/9/2016), mengumumkan telah resmi membeli F1. Total nilai transaksi pembelian diperkirakan mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS atau sekitar 104 triliun rupiah.

Wacana pembelian F1 oleh Liberty Media sudah terdengar kencang dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu akhirnya menjadi kenyataan setelah Liberty Media sepakat mengambil alih F1 dari konsorsium yang dipimpin pemegang saham mayoritas, CVC Capital Partners. Liberty Media akan mengakuisisi 100 persen saham perusahaan induk F1, Delta Topco. Sebagai langkah awal, Liberty Media telah membeli 18,7 persen saham minoritas F1 senilai 746 juta dolar AS (Rp 9,7 triliun).

Liberty Media menargetkan sudah menguasai penuh F1 dan menyelesaikan seluruh proses pembelian pada kuarter pertama 2017 sekitar Maret setelah mendapat persetujuan dari pihak ketiga, yaitu FIA sebagai regulator lomba jet darat. Selama proses berjalan, F1 masih akan tetap dikontrol oleh CVC.

Nantinya, Liberty Media akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan 35,5 persen. Sementara itu, CVC tetap memiliki saham di F1 sebesar 24,7 persen.

 

Kalimat Haru Khabib Nurmagomedov Saat Putuskan Pensiun dari UFC