Bernie Ecclestone Ingin F1 Lebih Berbahaya dan Penuh Drama

Oleh Oka Akhsan pada 27 Okt 2016, 16:00 WIB
Diperbarui 27 Okt 2016, 16:00 WIB
Fernando Alonso
Pebalap McLaren, Fernando Alonso, mengalami kecelakaan hebat pada balapan F1 GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (20/3/2016). (AFP/Newspix/Alex Coppel)

Bola.com, Mexico City - Supremo F1, Bernie Ecclestone, kembali mengeluarkan komentar kontroversial. Ecclestone mengaku ingin membuat balapan F1 lebih berbahaya dan penuh drama.

Salah satu ide Ecclestone adalah membangun dinding pembatas setinggi 40 cm di setiap tikungan sirkuit. "Tapi saya pasti akan dikritik oleh semua orang," kata Ecclestone seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/10/2016).

Ecclestone berencana menambah tingkat risiko karena merasa balapan F1 saat ini terlalu aman. Menurut Ecclestone hal itu menjadi salah satu penyebab lomba jet darat mulai kehilangan daya tarik.

"Dulu, penonton berbondong-bondong datang ke sirkuit karena berpikir seseorang mungkin akan tewas karena kecelakaan saat balapan. Sekarang mereka sudah tahu tak akan ada insiden fatal di trek," ujar Ecclestone.

Di mata Ecclestone, membuat dinding di setiap tikungan juga tak akan banyak membantu membuat balapan jadi lebih berbahaya. Dia mengambil contoh balapan di Baku, Monako, dan Singapura yang digelar di sirkuit jalan raya yang sempit tetap lancar tanpa insiden berarti.

Insiden terbesar pada F1 2016 malah terjadi di sirkuit biasa. Pada seri pertama musim ini, pebalap McLaren, Fernando Alonso, mengalami kecelakaan hebat di Albert Park, Melbourne, Australia, 20 Maret 2016, hingga menyebabkan mobilnya ringsek.

"Usai kecelakaan, banyak penonton yang berpikir Fernando pasti cedera parah. Namun, tim medis bergerak cepat, membawanya ke rumah sakit, dan mengumumkan dia baik-baik saja. Penonton menyukai drama seperti itu," kata Ecclestone.

Komentar Bernie Ecclestone bertolak belakang dengan apa yang sedang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di F1 pada saat ini, yaitu meningkatkan aspek keselamatan pebalap. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama menyusul kecelakaan fatal pebalap Prancis, Jules Bianchi, yang menabrak alat berat pada GP Jepang 2014 hingga meninggal dunia setahun berselang akibat cedera kepala parah.

Kalimat Haru Khabib Nurmagomedov Saat Putuskan Pensiun dari UFC