Australia Terbuka: Praveen / Debby Janji Tebus Kegagalan

Oleh Yus Mei Sawitri pada 21 Jun 2017, 13:15 WIB
Diperbarui 21 Jun 2017, 13:15 WIB
Praveen Jordan/Debby Susanto
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, mengamankan tiket babak kedua pada Australia Terbuka 2017, Rabu (21/6/2017). (PBSI)

Bola.com, Sydney - Ganda campuran Tanah Air, Praveen Jordan/Debby Susanto, bertekad menebus kegagalan di Indonesia Open pekan lalu dengan mendulang prestasi maksimal pada ajang Australia Terbuka Super Series 2017. Demi memenuhi ambisi tersebut, Praveen/Debby mengaku bakal fokus dan pantang lengah. 

Unggulan ketujuh tersebut sudah mengunci tiket ke babak kedua setelah memetik kemenangan atas Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), dengan skor 21-11, 21-19.

Praveen/Debby menjadi satu-satunya wakil ganda campuran Indonesia di babak kedua, setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tersingkir dini pada putaran pertama. Menjadi andalan, Praveen/Debby ingin membuktikan bisa tampil baik.

Mereka juga ingin memperbaiki hasil pekan lalu di Indonesia Open Super Series Premier 2017. Pada turnamen bergengsi tersebut, keduanya terhenti di babak pertama.

“Di Indonesia Open kami pun sebenarnya mau memberikan yang terbaik, tetapi hasilnya tidak maksimal. Sekarang kami mau menggantikan hasil pekan lalu, apalagi wakil ganda campuran tinggal kami yang tersisa,” tutur Praveen selepas pertandingan kontra Watanabe/Arisa Higashiro, seperti dilansir situs PBSI.

“Kami tidak mau bilang lawan di Australia Terbuka lebih enteng daripada Indonesia Open, kami mau fokus hadapi lawan satu demi satu dulu. Pada babak kedua, kami akan bertemu dengan Yong Kai Terry Hee/Tan Wei Han (Singapura), kami harus mewaspadai Hee yang pukulannya kencang dan cepat,” beber Debby.

Praveen/Debby sangat mendominasi pada gim pertama kontra ganda Jepang di babak pertama Australia Terbuka. Namun, pada gim kedua mereka mendapat perlawanan alot, meski akhirnya mampu menyegel tiket babak kedua. 

“Memang waktu leading itu kami terbawa permainan lawan yang pelan, karena shuttlecock yang digunakan juga lambat. Di saat-saat akhir game kedua, kami berusaha untuk mempercepat tempo permainan,” jelas Debby.

“Tadi kami mencoba untuk terus berkomunikasi, saling mengingatkan kalau kami harus lebih sabar dan konsentrasi,” ungkap Debby.

Praveen Jordan/Debby Susanto tahun lalu meraih gelar bergengsi di All England 2017. Namun, pada tahun ini mereka belum menyabet satu pun titel super series. 

Bola Beli: Seberapa Nyaman Sepatu Lari Wanita Asics Gel-Contend 6? Ini Ulasannya