3 Penyebab Tim Voli Indonesia Tak Berdaya pada Babak 8 Besar

Oleh Zaidan Nazarul pada 30 Jul 2017, 07:13 WIB
Timnas voli Indonesia, Kejuaraan Voli Asia

Bola.com, Gresik - Timnas voli Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 0-3 (23-25, 15-25, 12-25) pada laga kedua babak 8 besar Kejuaraan Asia 2017, Sabtu (29/7/2017) di GOR Tri Dharma, Gresik. Ini merupakan kekalahan kedua yang diraih tuan rumah setelah sebelumnya dibekuk Korea Selatan dengan skor 1-3.

Jais menyebutkan, kekalahan timnya karena faktor mental. Ia menilai para pemainnya tak bisa lepas dari tekanan Jepang. Sehingga permainan mereka terus melorot dari set pertama hingga set ketiga.

Ia menyebutkan, hal ini bisa terjadi lantaran ada tiga hal yang dianggap masih kurang dalam setiap individu pemain Indonesia dan Timnas secara keseluruhan. "Tim yang bagus pasti melalui proses. Ada tiga hal yang semuanya masih kalah dibanding lawan-lawan di babak 8 besar," jelas Jais.

Ketiga hal yang dimaksud adalah pembinaan yang panjang, tempaan kompetisi yang bagus dan ketat, dan yang terakhir adalah intensitas uji coba internasional dengan lawan-lawan yang postur badan serta kelasnya di atas Indonesia.

Benar saja, Indonesia sempat memimpin perolehan angka di awal hingga pertengahan set pertama. Begitu memasuki poin kritis dan Jepang berbalik unggul, mereka kesulitan mengejar. Dari sini, sangat terlihat perbedaan antara mental Timnas Indonesia dengan Jepang.

"Anak-anak di bawah tekanan. Ketika tertekan, mental mereka justru semakin merosot dan terus menukik. Mereka kehilangan kepercayaan diri, dan tidak punya keberanian karena takut melakukan kesalahan. Sebaliknya Jepang yang merasa di atas angin terus menekan dan tidak memberikan kesempatan kami untuk berkembang," tutur Jais.

Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan para pemain Indonesia membuat mereka frustrasi dan jeblok secara psikis. "Benar, kami frustrasi ketika tertinggal. Ditambah lagi ada teman yang melakukan kesalahan sendiri. Belum lagi lawan memang cukup tangguh, baik saat melakukan blok dan spike," tutur Agung Seganti, kapten Timnas voli Indonesia.