5 Pebulutangkis Tunggal Putra Paling Bersinar pada 2017

Oleh Yus Mei Sawitri pada 02 Jan 2018, 15:40 WIB
Diperbarui 04 Jan 2018, 15:15 WIB
Viktor Axelsen

Bola.com, Jakarta - Persaingan di sektor tunggal putra dunia berjalan ketat dan menarik pada 2017. Dua pemain senior, Lee Chong Wei dan Lin Dan, masih menghuni posisi 10 besar, begitu juga dengan Chen Long. 

Namun, pemain muda juga sukses unjuk gigi. Mereka berhasil mendobrak rivalitas klasik Lin Dan serta Lee Chong Wei di tunggal putra. 

India menyedot perhatian melalui Srikath Kidambi, yang mengantar bulutangkis India berada di titik tertinggi, khususnya pada ajang super series. 

Namun, Srikanth juga tak bisa dengan mudah menancapkan dominasinya. Ada rival tangguh yang juga berlari kencang, Viktor Axelsen dari Denmark. 

Pada usia yang masih muda, Viktor Axelsen telah menguasai peringkat satu dunia. Dia juga menunjukkan masih sangat lapar gelar meski telah menggenggam medali emas Kejuaraan Dunia Bulutangkis. 

Siapa lima pebulutangkis tunggal putra yang menorehkan terbaik pada 2017? Berikut daftarnya, seperti dilansir dari Sportkeeda

2 of 6

5. Son Wan-ho

Son Wan-ho
Pebulutangkis tunggal putra Korea Selatan, Son Wan-ho. (Bola.com/Twitter/BadmintonNow)

Son Wan-ho memang tidak mencicipi titel bergengsi pada 2017. Namun, dia menunjukkan performa konsisten sepanjang tahun, sehingga bercokol di peringkat kelima dunia. 

Pemain Korea yang terkenal dengan tipe permainan defensif tersebut, dikenal ulet dan tekun dalam bermain. Penampilan apik tersebut berbuah medali perunggu pada Kejuaraan Dunia. 

Medali tersebut tampaknya melecut kepercayaan dirinya. Dia memanfaatkan momentum tersebut dalam tiga turnamen super series berikutnya. Berkat kemenangan atas Lin Dan serta Lee Chong Wei, pemain berusia 29 tahun tersebut menutup 2017 dengan menempati ranking kelima. 

 

3 of 6

4. Chen Long

Tunggal Putra China, Chen Long
Tunggal Putra China, Chen Long. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Chen Long dikenal memiliki standar tinggi dalam kariernya. Jika mengacu pada standar itu, peraih medali Olimpiade 2016 tersebut bisa dibilang mengalami musim yang mengecewakan pada tahun ini. Namun, pencapaian tersebut masih cukup mengantarnya ke posisi keempat daftar ini. 

Mantan pemain ranking satu dunia tersebut bermasalah dengan cedera, performanya kurang maksimal, dan grafis pencapaiannya fluktuatif. Dia memenangi Kejuaraan Asia Bulutangkis pada April, tapi harus menunggu tujuh bulan untuk memenangi titel berikutnya di China Terbuka Super Series Finals 2017. 

Di antara fase tersebut, Chen Long menyabet medali perunggu di Kejuaraan Dunia dan dua kali lolos ke final turnamen super series berikutnya. 

Ketika Chen Long sepertinya menemukan momentum positif, cedera merecokinya. Dia terpaksa absen dari turnamen BWF Super Series Finals karena cedera. 

Meskipun demikian, perjalanan selama 2017 menunjukkan pemain China tersebut masih mampu melakukan apapun jika dalam kondisi bugar dan percaya diri. 

 

4 of 6

3. Lee Chong Wei

Lee Chong Wei
Tunggal Putra Malaysia, Lee Chong Wei. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Lee Chong Wei mungkin sudah berusia 35 tahun, namun belum kehilangan rasa lapar gelar dan hasrat bertarung. Bahkan, dia masih mampu mengatasi dan bersaing dengan rival-rival yang jauh lebih muda di berbagai turnamen elite dunia. 

Lee mengawali musim 2017 dengan menjuarai All England, yang merupakan gelar keempatnya di ajang prestisius tersebut. Yang menarik, awalnya Lee diragukan bisa tampil pada turnamen itu karena masih bermasalah dengan cedera ligamen. Nyatanya, dia tak hanya sekadar bermain, tapi juga memenangi empat dari lima laga yang dilakoninya dengan straight game

Mantan pemain nomor satu dunia tersebut kemudian kalah di final Malaysia Terbuka dan Jepang Terbuka, sebelum merengkuh gelar di Hong Kong Terbuka. Dia menjaga performa apik tersebut di ajang BWF Super Series Final dan memaksa Viktor Axelsen bekerja keras sebelum kalah di final dalam tiga gim. 

Bagi Lee Chong Wei, usia tampaknya hanya sekadar angka. Gairah besar di bulutangkis membuatnya bisa mengatasi halangan usia. 

 

5 of 6

2. Srikanth Kidambi

Kidambi Srikanth
Tunggal Putra India Kidambi Srikanth. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Posisi kedua pada daftar ini berhak menjadi milik pebulutangkis India, Srikanth India. Dia kalah dari Viktor Axelsen hanya dari sisi gengsi gelar yang dimenangi kedua pemain pada 2017. 

Meski demikian, Srikanth telah berhasil membuktikan kelas. Sang pemain juga telah menahbiskan diri jadi salah satu pebulutangkis India paling bersinar sepanjang masa. 

Berkat kemenangan di Indonesia Terbuka, Australia Terbuka, Denmark Terbuka, dan Prancis Terbuka, Srikanth menjadi pemain India pertama yang mampu memenangi empat titel super series dalam semusim. Dia bergabung dengan pebulutangkis hebat seperti Lee Chong Wei, Lin Dan, serta Chen Long sebagai pemain keempat yang mampu mengukir rekor gemilang itu. 

Dia dua kali berhasil mengemas titel super series secara beruntun. Dalam perjalanannya, dia mampu menyingkirkan pemain seperti Viktor Axelsen, Chen Long, dan Son Wan-ho. 

Performa fenomenal tersebut mengantarnya menempati peringkat kedua tunggal putra dunia pada 2017. 

 

6 of 6

1. Viktor Axelsen

Viktor Axelsen
Pebulutangkis Denmark, Viktor Axelsen. (EPA/Esteban Biba)

Menjelang awal 2017, Viktor Axelsen menyatakan ingin fokus merengkuh titel All England dan Kejuaraan Dunia. Sayangnya, dia gagal mewujudkan ambisi pertamanya. Namun, bintang bulutangkis Denmark tersebut berhasil memenuhi ambisinya yang kedua. Axelsen berhasil menjadi juara dunia pada 2017. 

Pada tahun ini, Axelsen benar-benar menjelma menjadi pebulutangkis yang matang dan berkelas. Talentanya sudah mencuat sejak menenangi Kejuaraan Dunia Junior pada 2010, namun ternyata butuh waktu untuk benar-benar memaksimalkan potensinya. 

Pada tahun ini, Axelsen berhasil memenangi Kejuaraan Dunia, BW Super Series Finals, Jepang Terbuka, dan India Terbuka. Prestasi apik tersebut mengantarnya ke peringkat pertama dunia. 

Dia mampu mengungguli setiap pebulutangkis tunggal putra papan atas pada tahun ini, mulai Lin Dan hingga Lee Chong Wei, Chen Long, Son Wan-ho dan Srikanth Kidambi. 

 

Lanjutkan Membaca ↓