Juara Putaran I, Tim Putra Jakarta Pertamina Belum Puas

Oleh Aditya Wany pada 03 Feb 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 03 Feb 2018, 12:00 WIB
Jakarta Pertamina Energi, Proliga 2018
Jakarta Pertamina Energi menjadi juara putaran I Proliga 2018 setelah menang telak 3-0 (28-25, 25-21, 25-23) atas Palembang Bank Sumsel , di GOR Tri Dharma, Gresik, Jumat (2/2/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Tim putra Jakarta Pertamina Energi menjadi juara putaran I Proliga 2018 setelah menang telak 3-0 (28-25, 25-21, 25-23) atas Palembang Bank Sumsel di GOR Tri Dharma, Gresik, Jumat malam (2/2/2018).

Skuat asuhan Andri Widyatmoko itu menyapu bersih empat kemenangan selama putaran I. Hasil itu tak mampu dikejar oleh pesaing terdekat, Bekasi BVN, yang berada di posisi runner-up klasemen sementara. 

Meski demikian, Andri masih belum puas dengan permainan anak asuhnya. Menurutnya, penampilan Agung Seganti dkk. cukup mengkhawatirkan dalam laga melawan Bank Sumsel.

Menang telak 3-0 memang membuktikan keperkasaan juara Proliga 2017 itu. Akan tetapi, skor dengan jarak game point dekat membuat para pemain tampak belum mampu menguasai pertandingan.

“Pemain masih kurang fokus karena ingin buru-buru selesai. Itu harus diantisipasi. Set ketiga hampir kecolongan. Setiap kali leading selalu buru-buru dan tidak mau bersabar, mungkin karena malam. Banyak anak muda emosinya belum stabil,” kata Andri setelah pertandingan. 

Namun, Andri juga mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Dia menilai anak asuhnya mampu menjalankan instruksi dengan baik. Menurutnya, kunci kemenangan ini adalah lantaran Jakarta Pertamina punya serve yang bagus. Kejar-kejaran skor kerap menghiasi laga ini.

“Yang utama karena kami latihan servis. Kalau dari servis sudah membunuh buat apa kami mikir block atau defense. Sebenarnya kedua tim ini menurut saya sama kuat. Serangan kami dan lawan sama-sama bagus. Tapi, saya sudah meminta pemain supaya lebih dulu menyerang,”

Andri merasa kemenangan memang lebih penting daripada skor yang menghiasi pertandingan. Sejak edisi 2017, Proliga lebih mendahulukan jumlah kemenangan ketimbang poin.

“Sebenarnya skor itu hanyalah angka-angka karena sekarang yang lebih menentukan itu hasil kemenangan. Tapi, permainan kami sudah cukup bagus,” pria yang juga merupakan asisten pelatih timnas bola voli putra itu.

Laga berlangsung cukup ketat meski tidak sampai lima set. Jual beli spike kerap dilancarkan oleh pemain kedua kubu. Aroma balas dendam sempat menghiasi pertemuan karena keduanya merupakan finalis Proliga edisi musim lalu. Di partai puncak musim 2017, Jakarta Pertamina Energi pun unggul 3-0 sehingga mendapat gelar juara di sektor putra Proliga.

Jelang Restart Shopee Liga 1 2020, Jangan Lewatkan Half Time Show Live Senin 28 September