Atlet Asian Paragames Ungkap Keluh Kesah kepada Menpora

Oleh Ronald Seger Prabowo pada 13 Mar 2018, 22:40 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Bola.com, Solo - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, melakukan kunjungan ke Pelatnas Asian Paragames 2018 di Kota Solo, Selasa (13/3/2018).

Imam didampingi Ketua Umum Panita Pelaksana Asian Paragames (Inapgoc) 2018, Raja Sapta Oktohari, Presiden NPC (National Paralympic Committee) Indonesia, Senny Marbun, dan sejumlah staf Kemenpora.

Beberapa cabang olahraga (cabor) yang dikunjungi Imam adalah pelatnas atletik, judo, dan basket untuk Asian Para Games, dan kontingen pencak silat Asian Games di Stadion Sriwedari. Menpora juga menyambangi kawasan Stadion Manahan untuk bertemu atlet cabor tenis meja, dan menembak.

Pria berusia 44 tahun itu serius berbincang dengan para atlet terkait persiapan. Para atlet juga mengungkapkan keluh-kesah kepada pria kelahiran Kabupaten Bangkalan tersebut.

"Saya berharap segera pra-jabatan PNS pak Imam. Sehingga sudah lega sebelum berangkat ke Asian Para Games," ungkap atlet balap kursi roda, Doni Yulianto, yang selangkah lagi menjadi PNS di lingkungan Kemenpora.

Berbeda dengan Doni, pelatih basket kursi roda, Fajar Brilliyanto, lebih berharap adanya penyediaan fasilitas kursi roda yang memadai. Sebab, kursi roda yang selama ini digunakan belum ideal untuk mengikuti kejuaraan dunia.

"Jadi ukuran ideal kursi roda itu sesuai ukuran pinggang masing-masing atlet, dan berbahan titanium. Sehingga kursi roda akan lebih ringan untuk pergerakan atlet," ucap dia.

Meski demikian, Fajar mengakui jika harga kursi roda ideal cukup mahal. Setidaknya, harus merogoh kocek hingga Rp 100 juta untuk membeli satu unit kursi roda. "Kami maksimalkan yang ada dan yang terpenting sesuai standart kebutuhan saja," ujar Fajar.

Setelah berbincang dengan seluruh atlet, pria asal Madura itu memang menyoroti kebutuhan peralatan atlet yang harus mumpuni untuk bisa bersaing dengan atlet negara lain, seperti cabor dengan menggunakan kursi roda untuk atlet.

"Peralatan sejak November kami usulkan. Namun kami juga minta pengajuan dari NPC berapa yang dibutuhkan, karena sekarang pengelolaan keuangan dilimpahkan langsung ke NPC," ujar Imam.

"Sebesar Rp 130 miliar langsung ke rekening NPC. Saya kira sudah jelas tinggal fokus pengadaan atlet," tegas Menpora.