Eko Yuli Berharap Emas Asian Games Bantu Dapatkan SK Jadi PNS

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 06 Sep 2018, 18:53 WIB
Angkat Besi : Eko Yuli Irawan

Jakarta Sejak tampil di Olimpiade Brasil, 2016 lalu, Eko Yuli telah mendapat kesempatan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun sampai saat ini, lifter yang merebut emas pada Asian Games 2018 tersebut belum juga mendapat surat keputusan (SK) pengangkatan. 

Dengan demikian, status Eko sampai saat ini masih tetap sebagai CPNS. .

Hal ini disampaikan Eko pada saat Konser Terima Kasih Indonesia untuk Para Juara di Studio 5 Indosiar, Selasa (4/9/2018). Seperti diketahui, pada Olimpiade 2016 lalu, pria asal Lampung tersebut berhasil mempersembahkan medali perak untuk kelas 62 kg. 

Pemerintah kembali mempromosikan atlet-atlet yang meraih emas pada Asian Games 2018 menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Eko berharap, ini menjadi jalan baginya untuk mendapatkan SK pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara permanen. 

 

"Saya dari Olimpiade sudah dapat (tawaran PNS), tapi masih CPNS. Mungkin masih sibuk mengurusi Asian Games. Tinggal tunggu SK-nya. Saya sih berharapnya langsung SK untuk kali ini. Mudah-mudahan bisa dipercepat," kata Eko Yuli. 

2 of 2

Tetap di Olahraga

Angkat Besi Asian Games 2018: Eko Yuli Irawan
Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, saat berlaga pada Asian Games di JIExpo, Jakarta, Selasa, (21/8/2018). Eko Yuli berhasil menyumbang medali emas angkat besi putra kelas 62kg. (Bola.com/Peksi Cahyo)

PNS itu sendiri adalah profesi yang sudah diidam-idamkan Eko Yuli sejak 2012. Saat itu, Eko Yuli mengungkapkan keinginannya usai meraih medali perunggu Olimpiade 2012. Itu karena ia ingin masa tuanya bisa terjamin saat dirinya tak lagi aktif sebagai atlet.

Soal pilihan profesi yang ingin dijalaninya, Eko Yuli berharap bisa fleksibel. Mengingat profesinya sebagai lifter, ia pun berharap bisa membantu mencetak prestasi olahraga Indonesia untuk ke depannya.

"Yang pasti statusnya sih di bawah Kemenpora. Tapi nanti kita aktif di lapangan. Kebetulan masih aktif, ya kita masih berjuang untuk Merah Putih. Kalau setelah pensiun, kita bisa bantu mencetak bibit-bibit atlet di Indonesia," Eko Yuli menjelaskan.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓