IBL: Redam 2 Pemain Asing NSH, Stapac Torehkan Kemenangan

Oleh Vincentius Atmaja pada 11 Jan 2019, 18:03 WIB
NSH Vs Stapac, IBL 2018-2019

Bola.com, Solo - Duel sesama tim Ibu Kota tersaji pada hari kedua seri 4 Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2018-2019 antara NSH kontra Stapac di GOR Sritex Arena, Jumat (11/2019). NSH menelan kekalahan 50-75 dari Stapac pada laga tersebut. 

Stapac dalam kepercayaan diri setelah berhasil memetik kemenangan di laga pertama atas Pacific Caesar Surabaya 77-55. NSH, yang juga punya modal bagus setelah mengalahkan Bogor Siliwangi, memulai laga dengan sangat baik.

NSH yang dimotori Dashaun Wiggins sempat unggul dua kuarter awal atas Stapac. Mereka memimpin 18-13 pada kuarter pertama dan 27-23 di kuarter kedua. Namun, semua berubah ketika memasuki kuarter ketiga. Peforma Anthony Simpsons dkk merosot tajam.

Alhasil situasi ini dapat dimanfaatkan kubu lawan. Stapac Jakarta yang diasuh Giedrius Zibernas bangkit pada kuarter ketiga lewat kemenangan dramatis 48-38 di kuarter ketiga, dan menutup pertandingan dengan unggul 75-50.

Kaleb Ramot Gemilang menjadi bintang kemenangan Stapac Jakarta, dengan mengemas 17 poin. Kendal Yanci juga tampil apik dengan menyumbangkan 12 poin bagi Stapac. Sementara di kubu NSH, Anthony Simpsons, meraih 15 poin dengan melakukan delapan kali rebound.

Pelatih Stapac Jakarta, Giedrius Zibernas, mengaku gembira dengan kemenangan yang didapat timnya. "Anak-anak mampu bangkit dari ketertinggalan di dua kuarter terakhir. Buah kesabaran untuk hasil positif sore ini," katanya setelah pertandingan.

"Defense lawan bagus sehingga kami membuat 24 turn over. Di babak kedua anak anak berhasil mengikuti game plan dengan bagus. Salah satu kunci kami adalah mampu meredam dua pemain asing mereka," kata Zibenas.

Pada laga tersebut, big man NSH, Anthony Simpson, hanya membuat 15 poin dan Deshaun Wiggins mencetak delapan angka.

Sementara di kubu NSH Jakarta, pelatih Wahyu Widayat Jati mengakui timnya kalah secara mental dari lawan pada laga IBL kali ini. "Sebenarnya di kuarter pertama dan kedua sudah sesuai game plan. Namun di kuarter tiga dan empat, menjadi kacau. Mental sangat berpengaruh dalam pertandingan ini," ujar Wahyu Widayat Jati.