Impian Pelatih NSH Bikin Pemain Lokal Jadi Bintang Utama di IBL

Oleh Yus Mei Sawitri pada 11 Jan 2019, 20:15 WIB
Pelatih NSH Jakarta, Wahyu Widayat Jati.

Bola.com, Jakarta - Pelatih NSH Jakarta, Wahyu Hidayat Jati, mengeluarkan unek-unek setelah timnya takluk 50-75 dari Stapac Jakarta, pada seri keempat IBL 2018-2019 di GOR Sritex Arena, Solo, Jumat (11/1/2019). Dia menyebut pemain lokalnya terlalu menggantungkan diri terhadap kontribusi pemain-pemain asing. 

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan misi pelatih yang akrab disapa Cacing itu. Dia ingin para pemain lokal menjadi bintang di timnya, juga di kompetisi IBL.

"Hampir di semua tim di IBL, pemain impor jadi pemeran utama. Saya tidak mau seperti itu. Saya bahkan sudah bilang kepada para pemain di tim pemain impor sebaiknya hanya jadi pembantu, bukan pemeran utama," kata Wahyu, pada konferensi pers setelah pertandingan. 

"Saya ingin pemain lokal jadi bintangnya kompetisi, dan lebih percaya diri," imbuh dia. 

Tujuan akhir dari misi Cacing mengangkat pemain lokal adalah supaya berimbas positif ke tim nasional basket Indonesia. Jika pemain lokal tak berkembang, timnas juga akan kesulitan mencari pemain-pemain yang jadi andalan, untuk berbagai event internasional. 

"Kalau semua (peran) dikasih pemain impor, nanti 10 tahun pemain lokal ya begitu saja," kata Wahyu. 

"Kadang pemain lokal di IBL itu cepat puas. Kalau sudah bisa sesuatu kadang ya sudah. Sekali masuk timnas ya sudah. Padahal pemain harus ngotot, lapar prestasi dan kemenangan terus," imbuh pelatih kelahiran 1977 tersebut. 

 

 

2 of 2

Kelemahan Pemain Lokal

Wahyu Hidayat Jati mengaku menemukan beberapa kelemahan lain pemain lokal yang perlu segera diubah. Menurutnya, sebagian besar pemain tak rutin menyaksikan pertandingan basket seperti  NBA serta liga-liga basket di Eropa maupun Filipina yang levelnya lebih baik dibanding di Indonesia. Bahkan tak sedikit pemain yang kurang paham dengan istilah basket. 

Wahyu menyebut sebagian pemain lebih rajin menonton pertandingan sepak bola, bukan basket. Padahal menonton laga basket seperti NBA bisa menjadi pengetahuan tambahan buat mereka. Dia juga menyoroti pemain yang keranjian main games. 

"Bukannya tidak boleh nonton sepak bola atau main games, tapi harus tahu porsinya," kata Wahyu. 

Wahyu menegaskan pemain lokal harus terus menggali informasi supaya berkembang. Pelatih semestinya hanya menjadi jembatan bagi pemain. 

"Kalau saya simpel saja. Pemain profesional harus tahu bagaimana tanggung jawab dan kewajibannya. Dia tahu harus ada yang dikorbankan, misalnya bagaimana caranya supaya hidup sehat, bermain dengan baik. Sisanya saya sebagai pelatih membantu dari sisi teknis pertandingan.  

 

Lanjutkan Membaca ↓