PBSI Targetkan 1 Gelar di Indonesia Masters 2019

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 21 Jan 2019, 16:50 WIB
Diperbarui 21 Jan 2019, 21:58 WIB
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon

Bola.com, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, tak memasang target tinggi untuk Indonesia di turnamen Indonesia Masters 2019. Menurut Susy, pihaknya hanya menargetkan minimal satu gelar dari nomor mana saja.

Indonesia Masters 2019 menjadi turnamen bulutangkis pertama yang digelar di Indonesia setelah Asian Games 2018. PBSI berharap, semangat Asian Games masih menggelora sehingga para pemain bisa berjuang mati-matian untuk meraih gelar.

Namun, berkaca pada peta persaingan yang ketat PBSI tak ingin memasang target tinggi. Susy berharap Indonesia setidaknya bisa meraih minimal satu gelar atau menyamai prestasi tahun sebelumnya.

"Harapan dari PP PBSI selaku Binpres tentunya kami ingin memberikan prestasi terbaik di Indonesia Masters 2019. Di mana mungkin seperti arahan dan harapan dari Bapak Ketua Umum bahkan Indonesia telah sukses di Asian Games 2018 dan di tempat yang sama tentunya harapannya Indonesia bisa lebih sukses lagi dan berprestasi," kata Susy dalam sambutannya di konferensi pers, Senin (21/1/2019).

"Biasanya karena persaingan itu kami hanya menargetkan minimal satu gelar. Kalau bisa dua tentu saja Alhamdulillah, kalau tiga ya Puji Tuhan. Jadi, saat ini targetnya satu dulu. Akan tetapi karena tahun lalu Indonesia bisa meraih 2 gelar, mudah-mudahan bisa mempertahankannya. Saya tidak menyebutkan dari nomor mana karena semuanya punya tanggung jawab moral," ujar peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

Pada edisi Indonesia Masters 2018, Indonesia berhasil meraih 2 gelar dari sektor tunggal putra melalui Anthony Sinisuka Ginting dan sektor ganda putra melalui Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Indonesia Masters 2019 akan diikuti 267 atlet dari 20 negara. Turnamen edisi keenam sepanjang sejarah itu bakal memperebutkan hadiah total 350 ribu Dolar AS atau setara Rp 4,9 miliar.