Testimoni The Minions untuk Liliyana Natsir

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 24 Jan 2019, 11:45 WIB
Diperbarui 26 Jan 2019, 11:17 WIB
Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya / Marcus Gideon, merayakan kemenangan atas ganda Jerman. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Indonesia Masters 2019 disebut sebagai farewell event untuk pebulutangkis putri andalan Indonesia di nomor ganda campuran, Liliyana Natsir, yang memutuskan gantung raket usai turnamen. Ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, menyayangkan keputusan senior mereka di pelatnas PBSI itu.

Sosok Liliyana Natsir yang rendah hati kepada semua orang dirasakan oleh Kevin dan Marcus. Ganda putra yang akrab disapa The Minions itu pun memberikan testimoni.

"Sangat disayangkan, sosok penting di ganda campuran Indonesia pensiun. Menurut saya Ci Butet masih bagus. Pemain top dunia pun kesulitan ketika menghadapi Ci Butet," ujar Marcus soal Liliyana Natsir.

Sementara itu, Kevin menambahkan dirinya seperti kehilangan seorang panutan dengan keputusan yang diambil oleh Liliyana Natsir.

"Saya merasa kehilangan role model, seorang contoh, panutan yang dalam setiap pertandingan selalu ingin memberikan yang terbaik," ujar Kevin.

Dalam kariernya di nomor ganda campuran, Liliyana Natsir sudah mempersembahkan medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro sebagai prestasi tertinggi. Selain itu tiga medali emas kejuaraan dunia, 2005, 2007 (bersama Nova Widianto), dan 2013 (Bersama Tontowi Ahmad) juga dipersembahkan Butet untuk Indonesia. Tiga gelar juara All England secara berturut-turut, dari 2012 hingga 2014 juga dipersembahkan Liliyana Natsir bersama Tontowi.