Total Kekayaan Pep Guardiola Belum Mampu Menyaingi Valuasi Decacorn

Oleh Cahyu pada 11 Mar 2019, 12:06 WIB
Manchester City, Swansea City, Premier League

Bola.com, Jakarta Pep Guardiola tengah menjadi pelatih sepak bola terkaya di dunia saat ini. Dilansir dari therichest.com, pelatih tim nasional Spanyol ini memiliki kekayaan 41,8 juta dollar AS atau Rp 599 miliar. Pendapatan sebesar ini berhasil Guardiola raih setelah melewati perjalanan yang cukup panjang.

Dirinya memulai karier di dunia sepak bola sejak usia 13 tahun. Pada saat itu, Guardiola bergabung dengan klub sepak bola La Masia yang merupakan klub milik Barcelona khusus untuk anak muda. Ia tergabung dalam klub ini selama enam tahun dan terus mengasah kemampuannya sebagai gelandang tengah.

Setelah itu, Guardiola muda mulai dilirik oleh pelatih Barcelona pada saat itu, Johan Cruyff. Akhirnya, ia berhasil masuk ke dalam tim pada usia 20 tahun. Ternyata, tak sia-sia Cruyff memilih Guardiola. Bersama Guardiola, Barcelona berhasil memenangkan enam gelar La Liga, empat Spain Super Cups, satu European Cup, satu UEFA Cup Winner's Cup, dan UEFA Super Cups.

Setelah tak lagi aktif sebagai pemain, ia kemudian menjadi pelatih tim dengan julukan Blaugrana tersebut. Di bawah arahannya, Barcelona lagi-lagi berhasil meraih beberapa gelar juara. Misalnya, gelar La Liga 2008-2010, Copa Del Rey pada 2008 dan 2011, serta FIFA World Cup pada 2009 dan 2011.

Pada 2013, Guardiola memutuskan untuk melatih tim Bayern Munich dan berhasil membawa mereka kepada kemenangan di Bundesliga 2014. Walaupun begitu, ia melatih Bayern Munich tak terlalu lama karena memilih untuk pindah ke Manchester City pada season 2016 - 2017.

Guardiola juga berhasil menunjukkan kesuksesannya dalam melatih Manchester City, salah satunya dengan meraih kemenangan di Premier League 2018. Maka tak mengherankan bila Manchester City mengontraknya sebesar mendapat 20 juta poundsterling atau Rp 374 miliar per tahun selama tiga tahun. Kontrak Guardiola di Manchester City pun masih terus berlangsung hingga 2021.

"Saya masih punya dua tahun lagi di City dan tidak berencana untuk pergi ke mana pun, kecuali saya dipecat. Saya berharap dapat terus melatih di sini untuk dua tahun ke depan dan bahkan beberapa tahun lagi. Saya tidak akan pindah ke Juventus dalam dua season ke depan," ujarnya, seperti dikutip dari telegraph.co.uk (11/3/2019).

Selama bergabung di City, jumlah kekayaan Guardiola pun diperkirakan akan terus stabil bila tidak bertambah. Walaupun begitu, total kekayaannya belum mencukupi untuk dia berinvestasi di start-up decacorn. Pasalnya, valuasi decacorn sebesar 10 miliar dollar AS atau Rp 155 triliun. Jumlah valuasi ini dengan kekayaan Guardiola masih berbeda cukup jauh.

Memang belum banyak pihak dan perusahaan yang bisa memiliki valuasi sebesar itu. Bahkan, di Asia Tenggara baru satu ada perusahaan yang sudah berhasil mencapainya, yaitu Online-to-Offline (O2O) mobile platform, Grab. Perusahaan yang ada di delapan negara di Asia Tenggara ini memiliki valuasi sebesar 11 miliar dollar AS atau Rp 155 triliun.

Grab sebagai Super App terkemuka di Asia Tenggara, menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, dan hiburan digital. Dengan filosofi platform terbuka, Grab menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik bagi semua pengguna di Asia Tenggara.

 

 

(Adv)