Dua Petinju Indonesia Sabet Gelar Internasional UBO

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 17 Mar 2019, 22:30 WIB
Ilustrasi Tinju

Bola.com, Jakarta - Dua petinju Indonesia, Roy Tua Manihuruk dan Oktavianus Moensaku, berhasil menundukkan lawan-lawannya dari Thailand pada kejuaraan internasional OSC Fight di Balai Sarbini Jakarta Pusat, Sabtu (17/03/2019). Roy dan Oktavianus untuk pertama sukses membawa pulang gelar internasional dari Universal Boxing Organization (UBO).

Roy Tua yang bertanding di kelas welter junior 65,3 kilogram, sukses mengatasi perlawanan Vachayan Kamon dengan keunggulan mutlak. Ketiga juri memberikan kemenangan untuk Roy yang bermain dengan gaya tinju counter boxer.

Pelatih Roy, Hendro Julio, semula yakin Roy mampu mengatasi Khamon tidak lebih dari ronde lima. Ternyata, Khamon jauh lebih bebal. Khamon tampak tidak goyah ketika terkena pukulan-pukulan dahsyat Roy.

Pada pertarungan lain, Oktavianus atau Okto merubuhkan Artid Bamrungauea pada ronde kelima dari 10 ronde. Artid tidak mau meneruskan perlawanan setelah dua kali jatuh akibat pukulan keras Okto. Dengan kemenangan ini, petinju kelahiran Kampung Nesam, Nusa Tenggara Timur ini mendapat gelar  UBO Internasional untuk kelas bulu junior 55,3 kg.

"Saya yakin dapat menang. Saya tidak takut dengan petinju Thailand meskipun mereka dikenal tangguh. Saya pernah bertanding di Negara mereka dan kini saya bertanding di Jakarta. Saya percaya dukungan penuh penonton," kata Okto sebelum naik ke ring. Harapan Okto akhirnya menjadi kenyataan.

Artid punya catatan bertanding menang-kalah-seri 22-25-0, lebih banyak daripada jam terbang Okto yang masih (10-6-1, 8 KO). Di ring, Okto tampil sangat garang sejak ronde pertama berdentang. Okto dengan cepat merangsek pertahanan Artid yang terlihat lebih lamban petinju berjuluk The Bulldozer itu.

Okto membuat Artid terjungkal ke belakang dengan kombinasi jab dan uppercut cepat. Namun, Artid protes ketika wasit mengeluarkan hitungan untuk memberi waktu kepada Artid kembali melawan atau sebagai tanda peringatan ia akan kena TKO jika tidak melawan. Artid menunjuk-nunjuk lantai ring yang basah sebagai penyebab jatuh.

Jelang berakhirnya ronde ketiga, Artid kembali nyaris jatuh setelah pukulan jab Okto bersarang di rusuknya. Artid kembali gusar. Ia kembali menuding lantai sebagai penyebabnya. Pada ronde kelima, ketika Artid kembali terdesak oleh Okto. Ia tidak mau meladeni serangan Okto. Artid bahkan meninggalkan Okto untuk ke sudut ring. Di situ, Artid kemudian bersujud sebelum akhirnya wasit menghentikan pertandingan.

 

2 of 2

Menang TKO

Ilustrasi sarung tinju
Ilustrasi sarung tinju

Wasit pun menyatakan Okto menang TKO. Kekalahan ini membuat rekor Artid kembali tercoreng dengan menjadi 17 KO. Pelatih Okto, Ibrahim Arobi merasa puas dengan penampilan anak buahnya yang mampu menyerap semua materi latihan dan strategi bertanding dengan baik.

Selain dua partai internasional, OSC Fight juga memberikan penghargaan sabuk Sahabat Jokowi dan Sabuk Fredi Husein sebagai dewan penasehat OSC Academy. Ada tujuh partai tambahan yang ikut dipertandingkan.

Fahd Adityo Oscar atau Adit, promotor OSC Fight mengadakan pertandingan untuk memberi tempat bagi petinju yang punya potensi bagus di Indonesia. Adit bercita-cita ingin mengembangkan tinju di Tanah Air. Harapannya, para petinju bisa merintis karirnya hingga ke luar negeri jika banyak kompetisi tinju di Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓