Liliyana Natsir Bangga Perjalanan Kariernya Diabadikan Melalui Buku

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 28 Apr 2019, 18:00 WIB
Liliyana Natsir

Bola.com, Kudus - Legenda bulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir, bangga perjalanan kariernya bisa diabadikan melalui sebuah buku. Peluncurkan buku tersebut menjadi salah satu bagian dari peringatan HUT ke-50 PB Djarum.

Buku berjudul "Butet Legenda Sejati", ditulis Dewan Penasehat PBSI, Hamid Awaludin. Buku setebal 268 halaman itu berisi perjalanan karier Liliyana Natsir, baik di dalam maupun luar lapangan, dari sudut pandang seorang Hamid Awaludin.

"Saya berterima kasih untuk penulisnya Bapak Hamid Awaludin. Juga untuk PB Djarum yang sudah bekerja sama untuk menulis buku ini," kata Liliyana Natsir.

"Ini menjadi kenang-kenangan buat saya. Kalau buku kan bisa disimpan sampai lama. Jadi nanti juga bisa menjadi alat bantu kilas balik ketika saya sudah lupa pertandingan-pertandingan yang saya mainkan," ucap atlet yang akrab disapa Butet itu.

Liliyana Natsir baru saja memutuskan pensiun dari kariernya sebagai pebulutangkis pada Januari 2019. Atlet asal Manado, Sulawesi Utara, itu menutup kariernya dengan pertandingan terakhir di Indonesia Masters 2019.

Mantan Menteri Hukum dan Ham, Hamid Awaludin, punya alasan khusus menyempatkan diri untuk menulis buku tentang Liliyana Natsir. (PB Djarum/Edward Luhukay)

Dalam penulisannya, Hamid Awaludin mengaku tidak mendapatkan bantuan dari siapa pun. Bahkan, semua hasil tulisan ini merupakan murni dari kesaksian hidupnya ketika melihat Butet bermain di lapangan.

"Buku ini saya tulis sendiri dan tanpa bantuan dari orang lain. Semua yang ada dibuku ini merupakan apa yang saya saksikan sendiri baik ketika pertandingan Butet di lapangan, maupun melalui televisi," ucap Hamid Awaludin.

Mantan Menteri Hukum dan HAM itu punya alasan khusus rela menyempatkan waktu menulis buku soal Butet. Menurut dia, Butet adalah atlet yang layak menjadi panutan, tak hanya dalam segi prestasi, melainkan semua aksinya sehingga layak disebut legenda sejati.

"Butet ini atlet yang layak menjadi panutan. Dia bertanding bukan sekadar untuk mengincar kemenangan, melainkan juga untuk martabatnya. Dia tidak pernah memprotes keputusan wasit, bermain dengan nilai-nilai fair play, dan memiliki semangat pantang menyerah. Itulah alasan dia layak menjadi legenda sejati," tegas Hamid Awaludin.

Liliyana Natsir 17 tahun berkecimpung di dunia bulutangkis Indonesia. Sejak masuk pelatnas PBSI pada 2002, sebanyak 106 gelar diraihnya, termasuk yang paling bergengsi ketika meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Tontowi Ahmad.