Demi Jaminan Masa Depan Atlet, Komite Olimpiade Eropa Terus Dorong Karier Ganda

Oleh Yus Mei Sawitri pada 08 Mei 2019, 19:25 WIB
Heidi Pokalla

Bola.com, Jakarta - Ketidakpastian masa depan atlet setelah pensiun dari arena masih menjadi bahasan menarik di berbagai belahan dunia. Tak sedikit atlet yang tak tahu harus berkiprah apa setelah memutuskan pensiun. Profesi sebagai atlet bahkan dianggap bukan pilihan bagi sebagian orang karena dinilai tak bisa memberikan jaminan masa depan. Apalagi, karier seorang atlet mayoritas cukup pendek. 

Beberapa negara memilih memberikan bonus besar untuk para atlet yang berprestasi, satu di antaranya Indonesia.  Namun, pemberikan bonus ini hanya jadi solusi jangka pendek, karena tak bisa dijadikan jaminan dalam jangka panjang.  Selain itu, pemberian bonus juga menyedot anggaran besar. 

Pemerintah Indonesia juga memberikan uang pensiun untuk atlet-atlet yang punya prestasi bergengsi, seperti peraih emas di SEA Games, Asian Games, hingga peraih medali di Olimpiade.  Namun, lagi-lagi tidak semua atlet bisa menjangkau keistimewaan ini. 

Fenomena masa depan atlet setelah pensiun tersebut menjadi salah satu perhatian Komite Olimpiade Eropa (EOC). Sejak beberapa tahun terakhir EOC mendorong program karier ganda untuk solusi permasalahan masa depan atlet tersebut.

Program ini fokus memfasilitasi para atlet untuk bisa tetap bekerja atau melanjutkan pendidikan sembari menjalani rutinitas sehari-hari sebagai olahragawan. Harapannya, ketika sudah pensiun dari gelanggang mereka memiliki pegangan pekerjaan atau bekal ilmu untuk mengawali karier baru. 

Deputy Director at European Olympic Committees EU Office, Heidi Pokalla, mengatakan karier ganda bagi atlet sudah mulai dibicarakan di Eropa dalam 10 hingga 15 tahun terakhir. Beberapa negara sudah memiliki sistem yang bagus, seperti Finlandia, Belanda, Denmark, Prancis, dan Rusia. Adapun di beberapa negara lainnya sistemnya sedang dikembangkan. 

"Atlet bukan hanya difasilitasi mengembangkan diri di olahraga. Tapi, juga bisa belajar apa pun, di universitas maupun sekolah. Saat ini sedang dikembangkan model karier ganda yang fleksibel," kata Heidi, dalam perbincangan di Kantor EOC bulan lalu. 

"Program yang dikembangkan fleksibel, artinya jika atlet sedang mengikuti pemusatan latihan, atau bertanding, mereka tetap bisa mengikuti kuliah, ujian, maupun belajar sendiri. Sarananya dengan menggunakan teknologi modern, secara online. Itu ide besarnya dari karier ganda tersebut," sambung Heidi.  

Dengan program tersebut, atlet masih bisa fokus berlatih, tapi di sisi lain bisa mulai membangun kariernya di bidang lain. "Latihan tidak 24 jam, jadi masih bisa belajar, tapi dibuat fleksibel," kata Heidi.  

 

2 of 2

Uni Eropa Juga Beri Perhatian

Bukan hanya EOC yang menaruh perhatian pada program karier ganda. European Commission atau Komisi Eropa juga sudah beberapa tahun membuat proyek The Networks of Knowledge yang bertujuan menciptakan struktur dukungan lebih baik demi membantu atlet mengatur karier ganda. 

Melalui situs resminya, Komisi Eropa menyatakan karier ganda penting bagi atlet, untuk membuka peluang mereka mempersiapkan karier baru ketika kiprahnya di olahraga berakhir. Program karier ganda ini sudah dikembangkan Uni Eropa sejak 2012, namun pelaksanaannya di berbagai negara masih beragam.  

Tim proyek The Networks of Knowledge berisi para ahli. Tugas mereka membantu Uni Eropa mengembangkan pedoman yang mempermudah penerapan karier ganda.  

"Proyek ini sangat membantu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan sistem karier ganda di berbagai penjuru Eropa dan bagaimana kami mempererat hubungan dengan mereka untuk mengatasi rintangan soal mobilitas atlet," kata Guy Taylor, pimpinan proyek organisasi TASS (Talented Athlete Scholarship Scheme), seperti dilansir dari situs resmi Komisi Eropa. 

"Ini  momen luar biasa membanggakan bisa membawa beragam pengalaman dengan tujuan bersama untuk meningkatkan dukungan terhadap atlet," imbuh dia. 

The Networks of Knowledge juga menciptakan jejaring, kemudian meningkatkan kepedulian dan melakukan lobi untuk dukungan terhadap karier ganda di masa mendatang. 

 

Lanjutkan Membaca ↓