Reaksi Praveen / Jordan Setelah Jadi Penentu Indonesia ke Semifinal Piala Sudirman 2019

Oleh Yus Mei Sawitri pada 24 Mei 2019, 16:15 WIB
Diperbarui 26 Mei 2019, 01:17 WIB
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Bola.com, Nanning - Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, mengaku komunikasi intens jadi kunci kemenangan atas ganda Chinese Taipei, Wang Chi-Lin/Hsieh Pei Shan, pada perempat final Piala Sudirman 2019, di Nanning, China, Jumat (24/5/2019). 

Kemenangan Praveen/Melati cukup mengantar Indonesia melenggang ke semifinal, untuk menantang Jepang. Indonesia lolos berkat kemenangan 3-2 atas Chinese Taipei. 

Praveen/Melati yang turun di partai kelima mengalahkan Wang/Hsieh dengan skor 21-17, 21-15. 

Dua poin sebelumnya disumbangkan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Dua angka dari nomor tunggal lepas dari genggaman setelah kekalahan Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung.

Turun sebagai penentu, Praveen/Melati tampil cemerlang dan unggul jauh pada gim kedua. Praveen/Melati bermain penuh percaya diri terus menggempur pertahanan Wang/Hsieh. pasangan Chinese Taipei tersebut jatuh-bangun.

"Ada rasa tegang sedikit, namanya main di partai penentu. Tapi lawan juga tegang, kami tidak memikirkan jadi penentu, yang penting main semaksimal mungkin," kata Melati setelah pertandingan, melalui rilis yang diterima dari PBSI. 

"Kami sudah tahu main di partai terakhir, inginnya Indonesia menang 3-0. Tapi sempat terpikir, kalau begitu kami tidak main, tidak ada sejarahnya buat saya sama Mely. Saya tidak mendoakan tim kalah. Ketika tahu ketinggalan 1-2 dan Greysia/Apri main, kami harap semoga mereka menang dan kami main jadi tumpuan. Tapi kenapa malah saya jadi tegang ya di awal? Padahal tadi berharap turun main. Ada gugupnya, tapi ada penginnya juga," beber Praveen soal permainan di babak perempat final Piala Sudirman 2019

 

2 of 2

Jaga Komunikasi

Pada pertandingan berdurasi 50 menit tersebut, Praveen/Melati terlihat banyak berkomunikasi. Mereka unggul jauh 16-8, Praveen/Melati sempat nyaris dikejar lawan pada kedudukan 14-18.

"Kami saling mengigatkan, komunikasi terus, walau poin jauh jangan lengah," kata Melati.

Praveen juga mengungkapkan hal senada. Mereka terus menjaga komunikasi untuk menjaga kekompakan. 

"Kalau matanya belum melihat mata saya, jadi diomongin terus. Saya tidak pernah marah selama main sama dia. Kadang ekspresi bukan kesal, tapi sayang (poinnya). Takutnya nanti terbawa pikirannya dia," ujar Praveen ketika ditanya soal seringnya berkomunikasi di lapangan, termasuk saat Melati membuat kesalahan.

Indonesia akan berhadapan dengan Jepang yang lolos ke semifinal. Jepang melenggang ke babak empat besar setelah menundukkan Malaysia dengan skor 3-0. Di semifinal pool atas, tuan rumah China akan berhadapan dengan Thailand.

 

Lanjutkan Membaca ↓