Fajar / Rian Mengakui Tak Mudah Kalahkan Wakil China

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 17 Jul 2019, 16:10 WIB
Diperbarui 17 Jul 2019, 16:10 WIB
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, saat melawan ganda China, Huang Kai Xiang/Liu Cheng, pada Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7). Fajar/Rian menang 18-21, 21-14, 21-16. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melaju ke babak kedua Indonesia Open 2019 tak didapatkan dengan mudah. Unggulan keenam ini harus bermain dengan rubber game saat berjumpa wakil China, Huang Kai Xian / Liu Cheng, Rabu (17/7/2019), di Istora, Senayan, Jakarta. 

Fajar/Rian sempat tertinggal 18-21 pada gim pertama. Tak ingin menanggung malu, ganda putra Indonesia ini bangkit pada gim kedua dan ketiga untuk memenangkan pertandingan dengan 21-14 dan 21-16.

"Pertama, bersyukur alhamdulillah kami bisa melewati laga ini dengan kemenangan. Gim pertama kami sempat terbawa permainan lawan," ujar Rian setelah bertanding.

"Mereka bermain dengan bola-bola panjang dan tidak mudah membuat kesalahan. Saat gim kedua, kami mencoba lebih mengontrol permainan," kata Rian.

Pada tahun lalu, laju Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto terhenti di babak semifinal Indonesia Open. Keduanya dikalahkan sesama pasangan Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

 

2 dari 2 halaman

Maksimal di Indonesia Open 2019

Fajar Alfian/Miuhammad Rian Ardianto
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Miuhammad Rian Ardianto. (PBSI)

Pada babak kedua Indonesia Open 2019, Fajar/Rian akan bertemu pemenang dari duel Liao Min/Su Ching (China Taipet) melawan Attri Manu/Reddy Sumeeth. Kerap punya pengalaman tersingkir pada babak kedua, Fajar tidak ingin mengulangi momen buruk tersebut.

"Memang akhir-akhir ini, 2-3 turnamen, kita selalu kalah pada babak kedua. Kami juga sudah mengobrol, apalagi di Indonesia Open 2019 ini kami ingin comeback, jadi tak boleh lengah," tutur Fajar.

"Di Kejuaraan Asia lalu, kita kurang maksimal. Jadi, kita usahakan benar-benar fokus memperbaiki kegagalan pada turnamen sebelumnya," imbuh pebulutangkis berusia 24 tahun itu.

Lanjutkan Membaca ↓