Pelatih Ganda Putra Meminta Fajar / Rian Memperbaiki Mental

Oleh Wiwig Prayugi pada 04 Agu 2019, 21:45 WIB
Fajar Alfian / Muhammad Rian

Bola.com, Jakarta - Pelatih kepala ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, mengatakan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus memperbaiki performa.

Pada Thailand Terbuka 2019, Fajar/Rian terhenti di babak kedua setelah kalah dari ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 17-21, 19-21.

Dalam Jepang Terbuka, Fajar/Rian juga terhenti di babak awal. Mereka kandas di babak perempat final Indonesia Open 2019.

"Fajar/Rian harus memperbaiki mental dan motivasi. Ini harus dirombak total," kata Herry kepada Badmintonindonesia.org.

Herry menyanggah soal beban mental yang dihadapi Fajar/Rian yang memperebutkan tiket Olimpiade.

"Kalau beban persaingan menuju olimpiade, seharusnya tidak karena mereka masih muda. Cara berpikirnya harus diubah, motivasinya ditambah," tegas Herry.

Fajar/Rian berada di peringkat ketujuh dunia. Mereka memperebutkan tiket Olimpiade Tokyo 2020, sedangkan Indonesia hanya bisa mengirimkan maksimal dua pasangan, jika wakil tersebut ada di peringkat delapan besar dunia.

Sedangkan saat ini sudah ada dua ganda putra yang peringkatnya lebih tinggi, yaitu Kevin/Marcus di peringkat pertama dan Hendra/Ahsan di peringkat keempat dunia.

 

2 of 2

Evaluasi Ganda Putra

Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf, Belanda Terbuka 2018
Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf berhasil menjuarai Belanda Terbuka 2018, Minggu (14/10/2018). (PBSI)

Dua ganda putra Indonesia juga terhenti di babak pertama Thailand Terbuka 2019. Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso kalah dari Lee Yang/Wang Chi-Lin (Taiwan), dengan skor 18-21, 19-21.

"Wahyu/Ade sudah meningkat. Hanya, mereka masih butuh kesabaran dan ketenangan. Kadang, mengambil keputusan untuk pola bermain masih salah," ujar Herry.

"Berry/Hardi dalam tiga turnamen ini tidak menampilkan performa terbaik, di bawah performa," lanjut Herry.

Pada Thailand Terbuka 2019, Berry/Hardi kali dari Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia) di babak pertama, dengan skor 11-21, 10-21.

Pada Jepang Terbuka 2019, Berry/Hardianto juga tersingkir di babak pertama dari ganda Thailand, Bodin Issara/Maneepong Jongjit, dengan skor 21-17, 19-21, 13-21. Sedangkan di babak pertama Indonesia Open 2019, Berry/Hardianto ditundukkan Choi Solgyu/Seo Seung Jae (Korea), dengan skor 21-17, 11-21, 20-22.

Lanjutkan Membaca ↓