Ahsan / Hendra Masih Terus Cari Formula untuk Meredam Kevin / Marcus

Oleh Yus Mei Sawitri pada 09 Agu 2019, 15:45 WIB
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Indonesia Masters 2019

Bola.com, Jakarta - Langkah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di beberepa turnamen kerap kandas saat berhadapan dengan sesama ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Skenario tersebut berpotensi terulang pada Kejuaraan Dunia 2019, di Basel, Swiss, 19-25 Agustus. 

Jika kedua pasangan sama-sama melangkah mulus, mereka berpeluang saling jegal di semifinal. Fakta tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Ahsan/Hendra. Pasangan berjuluk The Daddies tersebut punya rekor buruk menghadapi Kevin/Marcus. 

Dua ganda terbaik dunia tersebut sudah 10 kali bertemu di berbagai turnamen. Hasilnya, Minions berhasil memenangi delapan di antaranya. 

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bahkan kalah dalam tujuh pertemuan terakhir kontra Minions. Tiga kekalahan terakhir terjadi pada 2019, masing-masing di ajang Indonesia Masters, Indonesia Open, dan Jepang Terbuka. 

Pada Indonesia Open 2019 dan Jepang Terbuka 2019, kekakalahan Ahsan/Hendra dari Minions terjadi di babak final. Minions benar-benar menjadi momok bagi ganda putra senior Indonesia tersebut. 

Saat ditanya apakah sudah menemukan solusi untuk meredam Minions, termasuk soal kemungkinan berjumpa di Kejuaraan Dunia 2019, Ahsan mengaku masih terus mengusahakannya. 

"Kami pasti pengin juara, soal menghadapi Kevin/Marcus kami pasti akan mencari solusi. Tapi, mencari taktik yang tepat memang tak semudah yang dibicarakan," kata Ahsan dalam wawancara di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019). 

"Harus diakui mereka saat ini masih menjadi yang terbaik," imbuh Mohammad Ahsan

 

 

2 of 2

Tak Berkonsultasi ke Pelatih

Hendra juga mengamini pernyataan Ahsan. Pasangan juara dunia 2013 dan 2015 tersebut masih akan terus mencari formula yang tepat meredam Minions.

Bagaimana caranya? "Pasti ngobrol dengan pasangan (Hendra), soal apa strategi terbaiknya," kata Ahsan. 

Hendra menambahkan masalah tersebut harus dicari solusinya bersama Ahsan. Mereka tak mungkin berkonsultasi dengan pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi. 

"Kalau tanya ke Koh Herry tidak mungkin, kan kami sama-sama atletnya. Jadi saya dan Ahsan terus berusaha cari sendiri saja solusinya," tegas Hendra.  

Lanjutkan Membaca ↓