Evaluasi Tontowi / Winny Setelah Terhenti di Perempat Final China Terbuka 2019

Oleh Yus Mei Sawitri pada 20 Sep 2019, 16:15 WIB
Diperbarui 20 Sep 2019, 16:15 WIB
Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, China Terbuka 2019
Aksi Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow pada perempat final China Terbuka 2019 di Olympic Sports Center, Jumat (20/9/2019). (PBSI)

Bola.com, Guangzhou - Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow gagal membendung unggulan kedua asal China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, dalam perebutan tiket semifinal China Terbuka 2019, Jumat (20/9/2019). Salah satu catatan penting dalam kekalahan tersebut adalah Tontowi/Winny sering kehilangan fokus dan bermain monoton sehingga menguntungkan ganda lawan. 

Pada pertandingan yang berlangsung di Olympic Sports Center tersebut, Tontowi/Winny takluk dengan skor 22-24, 17-21.

Kemenangan sudah dekat saat Tontowi/Winny unggul jauh 16-9 di gim pertama. Tetapi, Wang/Huang mendekat dan menyamakan kedudukan 20-20 dan terpaksa adu setting. Di poin-poin akhir, Wang/Huang yang tampil lebih menekan, berhasil mengamankan gim pertama.

Di gim kedua, Tontowi/Winny kembali unggul jauh 9-4. Lagi-lagi Wang/Huang menyamakan kedudukan menjadi 10-10 dan akhirnya kembali merebut gim kedua.

"Kalau dari pola permainan, sebenarnya sudah cukup baik. Dengan menerapkan pola yang sudah dirancang, kami bisa dapat banyak poin. Tapi sudah unggul, tanpa disadari berubah sendiri polanya. Kemarin kami konsisten. Tadi, di awal begitu, lawan tidak berkembang, tapi kami berubah pola lagi, jadinya main reli-reli," jelas Tontowi selepas laga, melalui rilis dari PBSI. 

"Kami juga masih kurang cerdik dapat poin, masih monoton," lanjut Tontowi.

"Memang ini adalah kebiasaan yang harus diperbaiki, khususnya dari saya. Fokus permainan masih sering hilang-hilang," sebut Winny, tentang kekalahan di perempat final China Terbuka 2019 itu. 

 

2 dari 2 halaman

Lebih Siap Hadapi Pemain Elite

Tontowi Ahmad / Winny Kandow
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad / Winny Kandow. (Bola.com/Yoppy Renato)

Tontowi juga memberikan masukan kepada Winny. Dia meminta partnernya tersebut harus lebih siap lagi dalam menghadapi pemain-pemain elite dunia.

"Kalau ketemu pemain top harusnya sudah bisa belajar, sayang kalau hilang banyak poin. Sudah 16-9 unggul dan terkejar harusnya tidak boleh," ujar Tontowi. 

"Saya dulu mengalami ini ketika berpasangan dengan Cik Butet (Liliyana Natsir). Kalau sudah unggul, saya mati-mati sendiri, makanya sekarang saya coba kasih tahu Winny, sebetulnya kalau fokus, dia bisa," ujar Tontowi.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Bola Beli: Kelebihan dan Kekurangan Sepatu Sepak Bola Nike Mercurial