5 Manfaat Olahraga Badminton Secara Rutin, Bisa Bikin Awet Muda

Oleh Novie Rachmayanti pada 07 Okt 2019, 12:20 WIB
Indonesia Masters 2018

Bola.com, Jakarta - Badminton atau bulu tangkis dikenal sebagai olahraga yang mudah dan cepat menghasilkan keringat bagi yang menjalaninya. Manfaat olahraga badminton ini sangat penting bagi semua usia. Saat bermain bulutangkis, hampir semua bagian tubuh bergerak aktif.

Badminton memiliki banyak peminat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Olahraga tersebut mudah dimainkan oleh semua kalangan dan usia.

Apabila Anda ingin membuat tubuh bergerak aktif, maka cobalah memilih bermain bulu tangkis. Olahraga ini memberikan segudang manfaat bagi kesehatan.

Badminton sangat disarankan bagi Anda yang tidak punya banyak waktu untuk pergi ke gym, tetapi ingin tetap bergerak aktif. Olahraga itu cukup bermodalkan shuttlecock dan raket badminton untuk bisa langsung bertanding bersama teman ataupun keluarga.

Di sisi lain, berkat olahraga badminton, Indonesia terangkat dengan sederet prestasi-prestasinya di kancah internasional. Indonesia punya sederet atlet berprestasi, seperti pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, hingga ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. 

Para atlet bulu tangkis itu biasanya memiliki postur yang ideal, serta berkulit halus dan cerah, sehingga terlihat awet muda. Hal itu dikarenakan kebiasan mereka bermain bulutangkis secara rutin.

Namun, itu baru secuil manfaat dari olahraga bulutangkis, masih banyak lagi dampak baik lainnya yang bisa Anda dapatkan. Berikut adalah manfaat olahraga badminton secara rutin.

 

2 of 6

1. Manfaat Olahraga Badminton: Menurunkan Berat Badan

Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon - Asian Games 2018
Pasangan Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon lolos ke perempat final badminton nomor ganda putra peorangan Asian Games 2018. (Humas PP PBSI)

Manfaat badminton yang pertama adalah menurunkan berat badan, karena masuk ke dalam kategori olahraga kardio.

Olahraga kardio adalah jenis latihan untuk menguatkan otot jantung. Apabila otot jantung kuat, pembuluh darah otomatis akan semakin lancar, dan dapat mengalirkan oksigen lebih banyak ke dalam sel-sel otot.

Akibatnya, metabolisme akan bekerja lebih efektif untuk menjaga kebugaran tubuh. Metabolisme yang bekerja baik juga akan membuat setiap sel dalam tubuh untuk membakar lemak lebih banyak selama olahraga.

Latihan kardo paling umum dipilih guna membantu menurunkan berat badan. Kegiatan ini cukup efektif untuk membakar lemak membandel.

Mengacu pada hal itu, olahraga badminton dapat membuat seseorang terhindar dari obesitas, alias kelebihan berat badan. Permainan bulutangkis merupakan penangkal risiko obesitas.

Mengapa demikian? Karena saat bermain badminton, Anda akan mereduksi kolesterol berlebihan dalam tubuh dan membuatnya menjadi kolersetrol baik (HDL).

British Heart Foundation melansir bahwa seseorang berusia 50 tahun dengan berat 70 kilogram mampu membakar 350 kalori hanya dengan satu jam bermain bulutangkis.

Olahraga badminton diyakini mampu membakar kalori paling banyak ketimbang dengan berlari, menyelam, maupun olahraga sepak bola, yakni mencapai 450 kalori per jam.

 

3 of 6

2. Manfaat Olahraa Badminton: Mencerahkan Kulit dan Awet Muda

Jonatan Christie
Jonatan Christie saat memperkuat tim Musica Trinity pada ajang Djarum Superliga Badminton 2019, di Sasana Budaya Bandung, Kamis (21/2/2019). (PBSI)

Olahraga badminton bisa menjadi alternatif perawatan kulit secara alami. Bermain bulu tangkis mampu mengeluarkan keringat secara efektif. Hasilnya, kotoran yang menjadi penghalang di pori-pori kulit akan bersih secara alami.

Apabila energi tubuh dan darah mengalir dengan lancar, maka kulit kita pun akan terlihat cerah dan sehat secara alami.

 

4 of 6

3. Manfaat Olahraga Badminton: Terhindar dari Penyakit Berbahaya

Jonatan Christie
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berlatih menjelang Korea Terbuka 2019, Senin (23/9/2019). (PBSI)

Manfaat olahraga badminton lainnya adalah mampu mengurangi risiko terhadap sejumlah masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga obesitas.

Bulutangkis juga dapat membuat Anda terhindar dari berbagai penyakit berbahaya, meningkatkan kolesterol baik, dan mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah.

Hal itu dibuktikan oleh hasil studi dari Diabetes Prevention Program. Mereka menemukan fakta bahwa olahraga dapat menurunkan risiko diabetes hingga 58 persen, dibanding dengan pengobatan diabetes dari dokter.

Alasannya, Anda akan menguras keringat ketika bermain bulu tangkis. Hal itulah yang akan membuat berbagai racun di dalam tubuh otomatis dibuang keluar. Setelah itu, tubuh akan terasa lebih ringan dan bebas beban lantaran kotoran-kotoran tubuh sudah didetoksifikasi dengan baik.

 

5 of 6

4. Manfaat Olahraga Badminton: Menguatkan Otot dan Sendi

Badminton : Indonesia Vs Hong Kong
Pebulutangkis Indonesia, Fitriani, saat melawan wakil Hong Kong, Yip Pui Yin, pada laga Asian Games di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/8/2018). Tim beregu putri Indonesia memastikan kemenangan atas Hong Kong 3-0. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Olahraga badminton tentunya melibatkan semua anggota tubuh untuk bergerak aktif. Sehingga bermain bulu tangkis juga akan bermanfaat untuk menguatkan otot dan persendian tubuh.

Mulai dari otot betis, paha, bokong, panggul, dan pinggul yang kerap menjadi hal penting untuk melompat dan berlari. Selain itu, ada otot lengan atas dan otot punggung yang digunakan saat memukul shuttlecock atau menggerakkan raket.

Apabila otot kuat, maka sendi juga akan semakin sehat. Sebab, dengan otot dan persendian yang kuat dan fleksibel, Anda akan terhindar dari berbagai risiko cedera baik saat berolahraga maupun selama beraktivitas harian.

Di sisi lain, otot dan sendi yang fleksibel juga mampu memperluas rentang gerak tubuh. Hasilnya, Anda akan terhindar dari penyakit arthritis yang melemahkan pergerakan, alias nyeri sendi.

 

6 of 6

5. Manfaat Olahraga Badminton: Menjaga Kepadatan Tulang Tubuh

Jonatan Christie
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengembalikan kok saat melawan Rasmus Gemke pada Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (16/7). Jojo menang 21-17 24-22. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Tulang merupakan organ penggerak pasif dan bersifat keras. Para pasien osteoporosis karena memiliki tulang yang lemah dan tidak padat.

Biasanya semakin tua resiko terkena osteoporosis semakin besar. Bagi Anda yang masih muda, sebaiknya rutin bermain badminton supaya tetap menjaga kepadatan tulang. Mengapa demikian? Karena bulu tangkis dapat meningkatkan aktivitas sel-sel pembentuk tulang. Aktivitas itu baik guna memadatkan tulang pada tubuh.

Hal itu senada dengan pendapat pakar tulang di Inggris, Jane taylor. Dia menyatakan dampak mengayunkan raket dan melompat-lompat membantu meningkatkan kepadatan tulang secara yang alami.

Lanjutkan Membaca ↓