Macam-macam Sayuran Ini Tidak Baik Dikonsumsi Berlebihan, Mengandung Racun

Oleh Novie Rachmayanti pada 09 Okt 2019, 12:00 WIB
Inflasi

Bola.com, Jakarta - Macam-macam sayuran memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Jika kekurangan asupan sayuran, badan akan mudah lesu, mengalami gangguan pencernaan, hingga berisiko terserang penyakit.

Selain karbohidrat, asupan makanan berserat yang berasal dari sayuran juga harus terpenuhi. Tujuannya melengkapi asupan dan memperoleh tenaga yang maksimal.

Sayuran merupakan menu penting yang harus dikonsumsi untuk melengkapi nutrisi harian. Meski begitu, tidak semua jenis sayur yang dikonsumsi secara rutin dapat membuat tubuh sehat. Beberapa jenis sayuran malah berrisiko buruk bagi kesehatan.

Ada macam-macam sayuran yang tidak baik apabila dikonsumsi berlebihan, karena memiliki kandungan racun. Tanpa disadari, Anda sering mengonsumsi buah dan sayuran beracun.

Jika tidak dimakan berlebihan setiap hari memang tak menimbulkan efek parah. Tetapi ada pula yang dapat menimbulkan penyakit serius.

Berikut tim Bola.com macam-macam sayuran yang tidak baik dikonsumsi berlebihan karena mengandung racun.

 

2 of 9

1. Timun

Timun
Mentimun. (Foto: Daniel Kampua/Bintang.com).

Timun merupakan salah satu jenis sayur yang digemari banyak orang. Selain baik bagi kulit, jenis sayuran itu juga menyegarkan. Namun, Anda sebaiknya tidak keseringan dan berlebingan mengonsumsi timun.

Hal itu dibuktikan pada 2003. Saat itu negara bagian Amerika Serikat dilanda wabah salmonella yang menyerang sekitar 907 orang. Wabah ini timbul akibat infeksi bakteri dalam sistem pencernaan, khususnya usus. Penyakit ini juga serupa dengan gasritis, yakni iritasi lambung.

Setelah diteliti, wabah tersebut berasal dari timun terkontaminasi yang diimpor dari wilayah Baja, Meksiko. Akibatnya, penderita mengalami diare berat dan harus diobati dengan antibiotik.

 

3 of 9

2. Bayam

20160717-Melihat Tanaman Kehidupan di Area Konsesi-Riau
Petani membawa sayur bayam di area konsesi tanaman kehidupan Desa Pinang Sebatang, Kabuapten Siak, Riau, yang akan didistribusikan ke pasar, Minggu (17/7). Bayam hasil petani setempat dijual dengan harga Rp1500 per ikat. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Banyak orang menyukai sayur bayam. Selain menyuntukkan energi untuk tubuh, jenis sayuran ini tidak terlalu sulit dimasak. Tetapi sayangnya, sayur ini tidak boleh dikonsumsi setiap hari secara berlebihan.

Bayam mengandung asam oksalat tinggi yang berpotensi mengiritasi lambung hingga berisiko batu ginjal. Kendati demikian, Anda tidak perlu khawatir.

Anda bisa memakannya setidaknya satu hari dalam seminggu. Jenis sayuran ini juga tidak boleh ditinggalkan karena kandungan zat besinya sangat diperlukan tubuh. Hanya saja tidak boleh dikonsumsi berlebihan setiap hari.

 

4 of 9

3. Kentang Hijau

[Bintang] 8 Makanan Beracun
Ilustrasi kentang kehijauan | Via: fitbody.ro

Kentang kerap dijadikan menu andalan bagi seseorang. Selain berkarbohidrat tinggi, kentang juga mengandung racun jenis glycoalkaloids.

Glycoalkaloids biasanya terdapat di bunga kecubung, juga ditemukan di daun, batang, dan kecambah kentang. Mengonsumsi zat tersebut dipercaya akan menyebabkan kram, diare, pusing, bahkan koma hingga kematian. Hal ini pernah terbukti di Jerman pada 1899.

Namun, tidak semua kentang mengandung racun glycoalkaloids. Hanya kentang hijau atau bertunas yang memiliki kandungan tersebut.

 

5 of 9

4. Seledri

Manfaat dari Seledri untuk Kecantikan yang Wajib Kamu Tahu
Manfaat seledri untuk kecantikan. (Adrian Putra/Bintang.com).

Biasanya ibu-ibu di rumah kerap memakai seledri sebagai tambahan sayuran karena wanginya yang sedap dan harganya relatif murah. Namun ternyata jenis sayuran tersebut memiliki kandungan psoralen yang tidak baik bagi kesehatan kulit.

Sebaiknya Anda mengonsumsi seledri yang sudah matang karena zat psoralen akan terurai ketika dimasak. Hal ini terkadang disepelekan banyak orang. Bahkan jika Anda membeli bakso, pasti seledri tersebut masih irisan mentah.

Namun apabila masakan Anda mengandung seledri, sebaiknya tidak memanaskan atau menghangatkan kembali sayuran tersebut. Mengapa demikian?

Sayuran bernitrat tinggi seperti seledri atau bayam dapat berubah menjadi racun apabila terkena panas kedua kalinya.

Apabila Anda memanaskan kembali sayuran ini, maka seledri akan melepaskan sifat karsinogenik yang membuat jenis sayuran ini semakin beracun.

 

6 of 9

5. Tomat Hijau

Harmoni Pagi Dari Danau Mas Harun Rejang Lebong
Kabupaten Rejang Lebong memiliki potensi produksi tomat yang melimpah yang belum disentuh investasi (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Selain tomat merah, tak jarang rumah makan menyajikan masakan dengan tomat hijau sebagai variasi masakan.

Namun, tomat berwarna hijau mengandung racun jenis glikoalkaloid yang menyebabkannya terasa lebih pahit ketimbang tomat merah. Sebaiknya Anda jangan mengonsumsi tomat hijau secara berlebihan.

 

7 of 9

6. Jengkol

jengkol-mahal-130606b.jpg
Jengkol balado.

Sayuran yang satu ini mengandung asam jengkol yang dapat menimbulkan gangguan pada saluran kandung kemih. Zat itu biasanya membuat seseorang memiliki keluhan pinggang yang terasa pegal dan air kencing lebih sedikit daripada biasanya.

Tetapi tak perlu khawatir, jika Anda mengolahnya hingga matang dan baunya tidak terlalu pekat, maka jengkol akan lebih sehat dan dinikmat saat dimakan.

 

8 of 9

7. Kacang-kacangan

Kiat Mengolah Kacang Merah agar Tetap Kaya Nutrisi
Kiat Mengolah Kacang Merah agar Tetap Kaya Nutrisi

Kacang-kacangan menjadi satu di antara macam-macam sayuran yang tidak baik dikonsumsi berlebihan. Jenis yang dimaksud adalah kacang polong dan kacang merah.

Kacang merah mengandung racun alami yang disebut fitohemaglutinin. Racun itu berpotensi menyebabkan mual, muntah, pusing dan diikuti dengan diare.

Cara menghilangkan racun pada kacang-kacangan sebenarnya cukup mudah, yakni memastikannya benar-benar dimasak matang dan lunak. Akan lebih baik jika merendamnya sekitar 5 jam dan membuang airnya. Hal itu bertujuan agar kacang tidak terkontaminasi bakteri.

 

9 of 9

8. Brokoli, Kol, dan Kubis

Saat Diare, Hindari 5 Makanan Ini
Kubis, brokoli, dan bunga kol tak disarankan untuk dikonsumsi saat diare.

Menurut penelitian Scientific American, memasak sayuran yang tergolong kelompok cruciferous seperti brokoli, kol dan kubis dapat membantu pelepasan indole, komponen organik yang bisa memerangi kanker dan pra-kanker.

Jenis sayuran ini juga dapat menyebabkan masalah pencernaan. Meski begitu, bukan berarti Anda tak bisa mengonsumsinya, tetapi jangan memakannya secara tidak berlebihan.

Lanjutkan Membaca ↓
Sportylife