Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Kembali Mampir di Karanganyar

Oleh Vincentius Atmaja pada 26 Okt 2019, 21:30 WIB
Diperbarui 26 Okt 2019, 21:30 WIB
Audisi Umum
Jajaran pemandu bakat dan pengurus PB Djarum bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berfoto bersama. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Karanganyar - Setelah seri Surabaya, giliran Kabupaten Karanganyar menjadi persinggahan berikutnya PB Djarum dalam ajang Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis untuk mencari bakat-bakat pebulutangkis Indonesia. Acara ini akan dipusatkan di GOR RM Said, Minggu-Selasa (27-29/10/2019).

Audisi kali ini sekaligus menjadi tahun ketiga bagi Karanganyar yang sejak tahun 2017 selalu masuk seri pencarian bakat.

Dengan mengambil tema Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019, PB Djarum mencari bakat pebulutangkis Indonesia dari wilayah Surakarta dan sekitarnya. Seperti diketahui, Jawa Tengah menjadi daerah penghasil pebulutangkis legendaris Indonesia, seperti Icuk Sugiarto, Joko Suprianto, dan Luluk Hardianto, hingga atlet yang sedang naik daun, Ribka Sugiarto asal Karanganyar.

Ribka, yang asal Karanganyar, sukses menjadi kampiun di Asia Junior Championships 2018. Kemudian, Leo Rolly Carnando asal Klaten, baru memboyong medali emas di sektor ganda putra dalam ajang World Junior Championships 2019.

Sama tiga seri di Kota sebelumnya, PB Djarum kembali fokus mencari bibit unggulan pada dua kelompok usia, yakni U-11 dan U-13, baik kategori putra dan putri. Peserta terpilih nanti mendapat beasiswa bergabung dengan PB Djarum di Kudus.

Deretan mantan pebulutangkis handal Indonesia kembali menjadi pemandu bakat dari PB Djarum, seperti Denny Kantono, Fran Kurniawan, Sigit Budiarto, Ellen Angelina, Fung Permadi, hingga juara olimpiade Liliyana Natsir.

Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menyatakan Solo memiliki animo besar dalam setiap kegiatan pencarian bakat bulutangkis. Tercatat sudah menyentuh angka 600 peserta yang mendaftarkan diri dalam Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di Karanganyar pada edisi kali ini.

"Audisi di Solo Raya mampu menyumbangkan 48 peserta dari total 219 pebulutangkis penjaringan delapan kota di tahun 2018. Kami yakin bakat-bakat istimewa lainnya kembali bermunculan sehingga bisa menghargai nama Indonesia di masa mendatang," ujar Yoppy Rosimin dalam konferensi pers di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (26/10/2019).

2 dari 2 halaman

Apresiasi dari PBSI

Liliyana Natsir
Ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, tersenyum saat melawan ganda Malaysia pada Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1). Tontowi / Liliyana lolos ke final. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sekjen PP PBSI, Achmad Budhiarto, turut mengapresiasi komitmen dari PB Djarum. Meski sempat menghadapi polemik dengan KPAI, PB Djarum tetap memberi bukti memiliki kontribusi besar di dunia bulutangkis Indonesia.

"PB Djarum di mata PBSI adalah kontributor utama. 40 persen atlet pelatnas berasal dari mereka. PB Djarum tidak melanggar hukum, karena semua melalui kajian. Terima kasih untuk PB Djarum yang masuk terus konsisten dalam pembinaan," tutur Achmad Budhiarto.

Hal senada disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang bersyukur Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis kembali mampir di wilayahnya. Pria yang juga Ketua PBSI Kabupaten Karanganyar ini mengaku berada di baris terdepan mendukung pencarian bakat pebulutangkis melalui Djarum.

"Bersyukur dan bangga PB Djarum kembali hadir di Kabupaten Karanganyar. Apa pun yang mengganggu, saya relakan jiwa raga untuk mereka. Tanpa kehadiran Djarum, kita kesulitan mencari bibit-bibit bulutangkis. Semua itu sebenarnya tinggal siapa yang mau berbakti kepada bangsa dan negara ini," ucap Juliyatmono.

Lanjutkan Membaca ↓