Kegagalan Bukan Halangan Peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis untuk Kejar Cita-Cita

Oleh Vincentius Atmaja pada 29 Okt 2019, 05:30 WIB
Diperbarui 29 Okt 2019, 05:30 WIB
Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Indonesia 2019
Peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 asal Merauke, Chelsea Marvelyn Istanto. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Karanganyar - Proses Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 seri Karanganyar, diikuti oleh peserta dari ujung timur Indonesia. Bocah bernama Chelsea Marvelyn Istanto asal Papua ikut unjuk gigi karena ingin mewujudkan cita-citanya untuk masuk ke PB Djarum di Kudus.

Chelsea ditemani oleh bibinya dari Makassar, menembus jarak ribuan kilometer dari Papua ke Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Chelsea memperjuangkan cita-citanya tersebut untuk bisa menjadi seperti Lilyana Natsir yang diidolakannya.

Menariknya, Chelsea telah mengikuti semua ajang audisi yang digelar oleh PB Djarum pada 2019 ini, sejak audisi di Bandung, Purwokerto, dan Surabaya. Sayangnya Chelsea belum dapat menarik perhatian para pemandu bakat dari PB Djarum.

"Ini audisi keempat yang saya ikuti. Sebelumnya audisi di Surabaya, namun hanya sampai babak ketiga. Saya belum menyerah dan masih ada kesempatan," ungkap Chelsea Marvelyn Istanto saat ditemui di GOR RM Said, Kabupaten Karanganyar, Senin (28/10/2019).

Jika kembali gagal di edisi seri Karanganyar, dirinya berencana akan kembali mencoba peruntungan saat audisi umum seri terakhir di Kudus (17-19/11/2019). Siswi kelas VII SMP John 23 Merauke ini mengaku sama sekali tidak akan berhenti mencoba sebagai atlet bulutangkis masa depan Indonesia.

"Nanti ikut lagi di Kudus. Ini pulang dulu ke rumah keluarga di Surabaya sambil berlatih dan memperbaiki kekurangan yang ada. Butuh banyak latihan dan menjaga stamina. Memperbaiki mental, fisik dan teknik bermain," jelas Chelsea Marvelyn.

 

2 dari 2 halaman

Audisi Ketujuh

Sementara itu, peserta lainnya tidak mau kalah dalam berjuang. Muhammad Affan Alaudin asal Tulungagung, Jawa Timur, tercatat sudah enam kali mengikuti audisi umum beasiswa bulutangkis yang digelar PB Djarum meski masih belum berhasil.

Toni Ratna Triwanto, ayah Affan Alauidin, menuturkan jika putranya telah gagal sebanyak enam kali mengikuti audisi. Tekad yang kuat ada pada diri Affan untuk dapat mewujudkan mimpinya bisa masuk PB Djarum menjadi motivasi untuk terus mengikuti audisi.

"Karanganyar ini menjadi audisi yang ketujuh saya. Saya ingin menjadi pemain kelas dunia seperti Kevin Sanjaya dan Jonatan Christie," ujar peserta audisi di kelompok U-11 Putra tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓
Tanggapan Atlet-Atlet Bulutangkis Indonesia Usai Divaksin Covid-19